oleh

Sosok Bima Fanggidae, Pengusaha dan Pemimpin Yang Patut Diteladani

RADARNTT, Rote Ndao – Bima Fanggidae, MBA adalah sosok pengusaha dan pemimpin sukses di bidang rumput laut di nusa Rote, figur yang patut diteladani, demikian ditegaskan Nik Ballu, salah satu tokoh masyarakat di kediamannya, Desa Nemberala, Kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), senin (4/9/2017) pukul 16:29 wita.

Nik Ballu, yang berprofesi sebagai petani rumput laut sejak tahun 2012 di desanya, mengungkapkan suka duka yang dialaminya dalam menggeluti profesi ini, seperti masalah busuk batang, sering putus tali pengikat, pasang surut gelombang laut, sehingga butuh ketabahan dan ketekunan dalam budidaya rumput laut.

Dalam menjalankan profesi ini, kata Nik Ballu, sering berhubungan dan mengenal sosok pengusaha Bima Fanggidae, yang saat ini sebagai salah satu Bakal Calon (Balon)Bupati Rote Ndao periode 2018-2023 yang akan maju dalam Pilkada 2018.

Menurut Nik Ballu, figur pengusaha ruput laut yang sukses di Kabupaten Rote Ndao, Bima Fanggidae, yang awal mula diperkekenalkan oleh Aleks Toulasik salah satu sahabatnya di Jakarta pada Tahun 2014.

“Bima Fanggidae adalah sosok yang baik dan patut diteladani, karena sebagai pembeli atau pengusaha rumput laut, dia selalu memberi dorongan dan motivasi, tentang peningkatan mutu rumput laut agar menarik minat pembeli dengan harga yang memuaskan”, kata Nik Ballu.

Bima Faggidae turut membenarkan, perlu menjaga kualitas rumput laut yang baik agar menjamin harga yang bagus, karena harga jual rumput laut di Rote lagi bagus dibanding Kupang, katanya via ponsel saat dikonfirmasi awak media.

Menurut Fanggidae, pihaknya sering memberikan pelatihan kepada petani rumput laut, tentang menjaga kualitas dan menjamin kuantitinya, sehingga orang tertarik membeli dan bisa membangun pabrik. Adanya mutu yang baik bisa memicu pengusaha untuk membangun pabrik pengolahan rumput laut di Rote.

Seperti di wilayah Oeseli dan Landu Leko, lanjut Fanggidae, hasil ruput laut mulai berkurang, akibat cara penangkapan ikan yang salah, merusak terumbu karang sehingga mengakibatkan berkurangnya hasil budidaya rumput laut.

“Perlu ekstensifikasi, membuka lokasi baru budidaya rumput laut, ada LSM yang membantu bibit, seperti di lokasi Oelolot dan sekitarnya”, ujar Fanggidae.

Selain itu, bantuan pengadaan tali oleh Dinas Kelautan dan Perikanan, kata Fanggidae, perlu dikontrol dengan baik agar tepat sasaran, jangan sampai disalah gunakan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab, imbuhnya.

Hal teknis budidaya sudah terpenuhi, selanjutnya berpikir membangun pabrik, karena membuka pabrik butuh biaya yang tidak sedikit, bisa berkisar 200 milyard rupiah, cetus Fanghidae.

“Kita butuh membangun pabrik pengolahan, artinya pabrik membuat produk olahan siap pakai, sehingga harga rumput laut tidak tergantung pada harga pasar dunia dan petani bisa mendapatkan harga rumput laut yang layak”, ungkap Fanggidae.

Sebagai Balon Bupati Rote Ndao, Bima Fanggidae, akan fokus pada budidaya rumput laut, sebagai prioritas pengembangan selain hasil lontar dan produk kelautan lainnya, karena hal ini sesuai karakteristik kondisi alam dan sosial budaya masyarakat Rote Ndao, tandasnya. (Tony/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan