oleh

Survei JHRC, Ini Isu Sentral Jelang Pilkada Matim

-Matim, News-1.266 views

radarntt.co, Borong – Hasil survei Lembaga konsultan psikologi dan riset, Jefrin Haryanto Research Centre (JHRC), menunjukan infrastruktur jalan yang merupakan isu sentral menjelang Pilkada Manggarai Timur (Matim) 2018 mendatang.

Survei sejak tanggal 3 hingga 7 April 2017 ini, selain isu infrastruktur jalan, survei itu mengarah pada pemetaan popularitas dari sejumlah kandidat.

Direktur JHRC, Yohanes Effremi Ngabur dalam keterangan persnya menyampaikan survei tersebut bertujuan memetakan isu-isu strategis yang berkembang di masyarakat. Dan menilai harapan publik terhadap pemimpinnya di masa mendatang.

Menurut Yohanes hal ini penting untuk dijadikan sebagai masukan bagi para kandidat, terutama dalam menyusun strategi dan isu-isu yang layak dijual.

“Bagaimana menjualnya dan di mana itu bisa dijual. Kami sengaja memetakan isu per wilayah,  sehingga pendekatan isu yang akan disusun oleh para kandidat dalam rancangan programnya nanti, selain isu-isu strategis yang umum, juga isu spesifik di tingkat wilayah,” katanya Kamis (6/4/2017)

Survei JHRC tersebut juga ingin mengetahui masyarakat mana yang mengenal, serta mengapa atau darimana mengenalnya.

“Pada survei ini juga kami sengaja mensurvei popularitas semua nama tanpa mensurveinya sebagai paket atau pasangan, sehingga bisa menjadi referensi partai politik untuk menentukan siapa yang akan diusung,” ujar Yohanes.

“Kami juga akan menanyakan pada responden, apakah jika mereka mengenal seorang kandidat, akankah juga memilihnya. Karena popularitas belum tentu berbanding lurus dengan elektabilitas,” tukasnya.

Yohanes menjelaskan metode survei yang gunakan merupakan Multipurpose Random Sampling dan dipadukan dengan pertanyaan semi terbuka, pada 800 responden di semua kecamatan dengan batas toleransi kesalahan 5 persen.

Peneliti dan Psikolog JHRC, Albina Redempta Umen menjelaskan, survei ini juga dapat dipakai untuk melihat kecenderungan presepsi publik tentang Pilkada Matim. Hal lain bisa memotret konsep kepemimpinan yang diidealkan dan karakter kandidat yang dibutuhkan.

Umen menegaskan, politik itu sangat psikologis karena terkait dengan trend perilaku dan bagaimana merubah perilaku publik untuk memilih.

“Di JHRC kami menyediakan jasa konselor politik yang dapat membantu para kandidat mendesaian strategi berdasarkan presepsi publik terhadap tujuan Pilkada itu sendiri,” katanya.

Dia mencontohkan, pendekatan terhadap kelompok masyarakat yang memahami Pilkada secara pragmatis dan cenderung transaksional, tentu akan berbeda dengan pendekatan kepada kelompok masyarakat yang mempresepsi politik Pilkada sebagai tujuan perubahan.

Dikatakan, JHRC sendiri akan fokus ada pendekatan dengan prespektif psikologi social dan politik. (Mhen)

Komentar