oleh

Tahun 2017, Empat Kabupaten di Daratan Flores Dapat Jatah Embung Baru

Foto: Pelaksana Teknis Satker Pengelolaan SDA Nusa Tenggara II-Provinsi NTT, Agustinus Jehana.

radarntt.co, Kupang- Balai Sungai Wilayah Nusa Tenggara II, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pada tahun 2017, akan membangun embung baru diempat Kabupaten di daratan pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hal ini disampaikan Pelaksana Teknis Embung daratan Flores, Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II, Agustinus Jehana, kepada Wartawan, Selasa (7/3/2017). Keempat embung tersebut merupakan paket bantuan dan akan mulai dikerjakan dalam waktu dekat.

“Pekerjaan pembangunan keempat embung berskala kecil tersebut berpusat di kabupaten Sikka, Ende, Ngada dan Naegekeo, serta Manggarai Barat”, kata Agustinus.

Meski demikian, Agustinus enggan menyebutkan sumber paket bantuan tersebut. Menurut Jehana, untuk tahun 2017 ini jumlah paket pekerjaan berkurang dikarenakan dana pembangunan embung sumber APBN tidak ada.

“Empat paket yang dibangun ini merupakan paket bantuan yang harus dibangun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat”, tutur Agustinus.

Agustinus menambahkan, selain pembangunan empat embung baru, pihaknya juga akan melaksanakan kegiatan pekerjaan rehabilitasi di beberapa titik yakni di kabupaten Ende, Nagekeo dan Bajawa.

Agustinus berharap agar masyarakat dapat mendukung semua pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan. Karena menurut dia, pekerjaan yang dilakukan tentunya punya manfaat yang baik bagi masyarakat.

“Saya mengharapkan agar masyarakat dapat mendukung kegiatan yang kami lakukan. Selain itu peran serta masyarakat untuk menjaga setiap fasilitas yang telah dibangun sangat dibutuhkan,” tutur Agustinus.

Untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang terjadi seperti persoalan lahan, dia mengatakan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah tempat akan dilaksanakannya pekerjaan pembangunan.

“Memang setiap kali ada pembangunan embung selalu saja ada kendala. Namun Kami akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, sehingga berbagai persoalan bisa diminimalisir, termasuk masalah lahan,” kata Agustinus. (Mhen)

Komentar