oleh

Tersangka Alkes Dinkes Matim di Vonis 1 Tahun Penjara

-Hukrim, Matim, News-1.037 views

Foto:net

Radarntt.co, Kupang- Mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Timur, dr.Philipus Mantur, yang menjadi terdakwa kasus korupsi pengadaan alat kesehatan dan reagentia pada Dinkes Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) tahun anggaran 2013, divonis 1 tahun penjara denda Rp 50 jta subsider 1 bulan kurungan di Pengadilan Tipikor Kupang, Selasa (14/2/2017).

Selain itu, terdakwa juga diwajibkan mengbalikan uang pengganti (UP) Rp. 43 juta, dengan ketentuan jika tidak mengembalikan selama satu bulan akan diganti dengan 6 bulan kurungan. Sebelumnya, terdakwa dituntut 1,6 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Menurut majelis hakim, terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi dengan cara melawan hukum dengan tujuan menguntungkan diri sendiri, orang lain atau suatu korporasi dengan merugikan keuangan negara sebagaimana telah diatur dan diancam dalam pasal 3 jo pasal 18 UU Nomor 31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan UU 20/2001 tentang perubahan atas UU 31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo pasal 55 (1) ke-1 KUHP.

Selain itu, terdakwa dr. Philipus Mantur bersama-sama dengan Silpisius Golping (ketua Pokja), Siprianus Pelang, Dominikus Don (anggota Pokja) tidak melakukan rapat bersama untuk melakukan pengkajian ulang terhadap KAK. Selain itu, ketua Pokja dan anggota Pokja tidak melakukan mempertimbangkan kembali HPS yang dibuat oleh tersangka yang sebenarnya ada perbedaan harga yang mencolok. Serta ketua Pokja dan anggota Pokja tidak menggunakan harga tertinggi yang ditetapkan oleh kepala daerah.

Dalam HPS terjadi kemahalan harga hal itu diakibatkan dari kelalain dari ketua Pokja dan anggota Pokja.ULP atas nilai barang yang telah direalisasikan oleh dr. Fransiscus Nanga Roka sebesar Rp.106.920.000. Harga tersebut merupakan harga yang tidak wajar.

Dalam kasus itu, dr. Fransiscus Nanga Roka selaku Dirut PT. Jehova Rafa telah menerima pembayaran uang muka sebesar Rp. 260.766.570. Selain uang muka, dr. Fransiscus juga telah menerima uang jaminan pelaksanaan pekerjaan sebesar Rp. 43.461.095. Sehingga, tersangka, dr. Philipus Mantur dan dr. Fransiscus Nanga Roka selaku Dirut PT. Jehova Rafa bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi dalam kasus itu yang mana telah membuat kerugian keuangan negara sebesar Rp.150.736.343.

Sidang dipimpin majelis hakim Fransiska Paula Nino didampingi hakim anggota Yelmi Tanjung dan Ibnu Kholiq. Terdakwa dr. Philipus Mantur didampingi kuasa hukumnya, Ali Antonius. Turut hadir JPU Kejari Ruteng, Kabupaten Manggarai Timur, Firman Simorangkir.

Untuk diketahui, dana yang digunakan dalam pengadaan alkes di Kabupaten Manggarai Timur bersumber dari DAK dan DAU Tahun 2013 senilai Rp.894.934.000. Dana tersebut untuk pengadaan reagen HIV, yang dibagi untuk tiga unit diantaranya HIV Test Oncoprobe, HIV SD Biolind dan HIV Trilin 1/2/0 Acon. Namun, terdakwa dr. Philipus Mantur selaku KPA merangkap PPK tidak melakukan pengadaan berdasarkan kontrak namun hanya dilakukan satu pengadaan yakni HIV Test Set. (Amr/DT).

Komentar

Jangan Lewatkan