oleh

Tolak Radikalisme, Konsorsium LSM NTT Sampaikan Petisi Terbuka

RADARNTT, Kupang — Para Aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tergabung dalam wadah Konsorsium LSM NTT menyampaikan petisi terbuka untuk menolak segala bentuk radikalisme dan kekerasan apapun di Provinsi NTT dan Indonesia pada umumnya. Konsorsium LSM NTT juga menyatakan sikap bahwa hanya Pancasila satu satunya Ideologi Negara yang harus ditegakkan.

Ketua Yayasan Tukelakang M. Risdiyanto mengatakan tidak ada yang boleh menomorduakan Pancasila. Jangan lagi negeri ini dicabik-cabik karena mempertentangkan ideologi.

Risdiyanto menambahkan, tak ada alasan untuk memutar mundur arah jarum jam sejarah bangsa. Semua sudah final.

Sementara Yayasan Purnama Abdi Felisianus Longa Wea, menambahkan, rasa keprihatinan rekan-rekan aktivis LSM muncul secara spontan mendengar dan melihat fenomena yang  terjadi, bahwa ancaman disintegrasi bangsa didepan mata, menurutnya, sepertinya negara ini dilukai oleh anak bangsa sendiri karena ada kelompok yang hendak merongrong Pancasila.

Deklarasi penyampaian petisi terbuka dilaksanakan di Sekretariat Bersama Konsorsium LSM NTT yang beralamat di Jalan Frans Seda No 20 Fatululi Kota Kupang, Jumat (2/6/2017) sekitar pukul 12.00 wita. Deklarasi diikuti puluhan aktivis dari berbagai LSM di NTT.

Beberapa aktivis LSM diantaranya, Vinsensius Simau (Yayasan Tukelakang), Anton Mau (Direktur LSM Likurai), Julius Tuga, (Yayasan Surya Institut), Bernadus Tupen Ama (Yayasan Gemma Galgani), Adrianus Olin (LP2TRI), Antonius Jara (Yayasan Tukelakang), Yosef Letfa (Yabikul), Theodorus (Yayasan Tukelakang), Agustinus Bedi (LSM Likurai).

Acara cukup meriah karena dilanjutkan dengan diskusi untuk mempersiapkan pertemuan nasional yang rencananya dilaksanakan  28 Oktober 2017, bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda. Konsorsium LSM NTT akan mengundang perwakilan NGO-NGO se-Indonesia untuk hadir di Kupang.

Aktivis senior LSM, Vinsensius Simau berpendapat, seyogyanya LSM di NTT bersatu untuk kembali merumuskan gagasan-gagasan besar dan dapat dibuat sebagai karya besar yang dipersembahkan untuk bangsa dan negara.  “Mari kita hidupkan lagi konsorsium ini,” tegas Vinsensius Simau kepada wartawan.

Disampaikan pula dalam kesempatan tersebut,  pintu sekretariat bersama terbuka lebar bagi LSM lain yang hendak bergabung dalam Konsorsium LSM NTT agar rencana penyelenggaraan pertemuan nasional di Kupang dapat terlaksana dengan baik. Karena kegiatan itu, kata Vinsesius Simau,  sudah didukung oleh Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, Ketua DPRD Provinsi NTT, Anwar Pua Geno, Ketua Komisi I DPRD NTT, Maxi Ebu To, Kepala Dinas Sosial Provinsi NTT, William Foni, Kepala Biro Kerjasama Setda NTT, Silvester Banfatin. (Yolf/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan