oleh

TPDI Akan Bongkar Dugaan Jaringan Mafia Proyek di Sikka

-Hukrim, News, Sikka-1.391 views
RADARNTT.CO, KUPANG – Dugaan sebuah jaringan mafia proyek dan jabatan strategis di Kabupaten Sikka-Flores Provinsi NTT akan segera dibongkar oleh Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI). Hal ini dilakukan sebagai buntut pembatalan pembangunan kembali proyek Jalan Lingkar Luar Maumere, karena terendus bau KKN menjelang pilkada 2018 di Sikka.
Hal ini dikatakan Koordinator TPDI Petrus Selestinus dalam siaran persnya yang diterima radarntt.co. Minggu, (25/06/2017).
Dikatakannya, Indikator adanya modus KKN dalam usulan DAK Penugasan Tahun 2017 dari Bupati Sikka Yosef Ansar Rera adalah usulan diajukan menjelang Pilkada 2018. Dan dibatalkannya persetujuan pembangunan kembali Jalan Lingkar Luar Maumere disusul dengan dibatalkannya pencairan dana pembangunan proyek Jalan Lingkar Luar Maumere yang sebelumnya sudah disetujui Kementerian Keuangan sebesar Rp. 50 Miliar.
“Urusannya lantas menjadi panjang dan semakin rumit, karena Bupati Sikka Yosef Ansar Rera ditenggarai mengelola pembangunan di Sikka di bawah kendali para mafia proyek dan mafia jabatan strategis piaraan Bupati Yosef Ansar Rera di Sikka”, kata Petrus.
Lebih lanjut Petrus mengatakan sudah banyak informasi dari masyarakat yang masuk ke TPDI, bahwa para makelar proyek dan makelar jabatan strategis di Sikka sering diskusi dan dengar pendapat dengan Yosef Ansar di Rujab membicarakan situasi di Maumere menjelang pemilihan Bupati Sikka tahun 2018 yang akan datang.
Dia menyebutkan akan ada mutasi Kepala Dinas PU di Sikka, Bupati ingin agar ada yang bisa melobby pusat untuk membantu pencairan dana poros Kecamatan yang Rp.49 miliar karena proses tender dan penetapan pemenangnya sudah terlanjur jalan.
“Mohon dibantu karena akan dibarter dengan jabatan Kepala Dinas PU yang definitif yang akan diputuskan dalam waktu dekat. Kira-kira itulah pesan Yosef Ansar Rera yang terekam dan terekspose ke publik yang disampaikan oleh masyarakat Sikka kepada TPDI”, sebut Petrus.
Saat ini kata Petrus, TPDI sedang mendeskripsi untuk mengidentifikasi siapa sesungguhnya para makelar jabatan dan proyek-proyek besar di Sikka yang ada dalam ring satu dan memiliki kedekatan dan pengaruh yang amat sangat besar terhadap Bupati Yosef Ansar Rera di Sikka,.
“Makelar mana saja yang boleh duduk bareng, sering keluar masuk Rujab untuk mendiskusikan kursi pemilihan Bupati Sikka 2018, mengatur dihidupkan kembali proyek yang sudah dibatalkan, menawarkan barter jabatan Kepala Dinas PU Sikka dengan proyek yang sudah dibatalkan demi menyelamatkan nasib kontraktor yang sudah terlanjur memenangkan tender”, jelas Petrus.
Tidak itu saja, tetapi yang lebih penting bahkan mengerikan itu adalah bagaimana makelar-makelar itu bisa dengan mudah dilibatkan atau melibatkan diri dalam pengambilan sebuah kebijakan pemerintahan daerah di Kabupaten Sikka bahkan membawa misi yang berbau KKN untuk mengubah kebijakan Kementerian Keuangan RI yang sudah membatalkan proyek Jalan Lingkar Luar Maumere Tahun 2017 demi sebuah proyek KKN.
Saat ini TPDI sedang mendeskripsi dan mengidentifikasi mengenai siapa sesungguhnya makelar-makelar itu, dan bagaimana makelar-makelar itu dengan mudah berada dalam lingkaran kekuasaan pemerintah daerah Sikka, mendiskusikan pemilihan Bupati Sikkka 2018, membicarakan bagaimana menghidupkan proyek yang sudah dibatalkan oleh pusat, bagaimana membarter proyek yang sudah batal itu dengan jabatan Kepala Dinas PU Sikkka sebelum akan diputuskan dan bagaimana menyelamatkan Bupati Sikka Yosef Ansar Rera terkait dengan proyek batal yang sudah terlanjut ditenderkan dan dimenangkan oleh beberapa kontraktor.
“Deskripsi dan identifikasi mengenai sosok makelar-makelar dan perannya akan dilaporkan TPDI ke KPK namun sebelumnya TPDI akan surati Bupati Sikka untuk meminta konfirmasi dan klarifikasinya tentang ini pada kesempatan berikutnya”, terang Petrus. (Rio)
Foto : istimewa

Komentar

Jangan Lewatkan