oleh

Utamakan Kasih Ketimbang Emosi Demi Kelanggengan Hubungan

Membahas cinta tentu menjadi menarik bagi kaum muda. Lalu bagaimana dengan cinta kasih? Apakah masih menarik? Ada perbedaan antara cinta dengan kasih, kasih mengacu kepada sikap seseorang dan diwujudkan secara nyata sehingga tidak ada kebencian ataupun niat jahat kepada orang lain. Namun, cinta dimengerti bagian dari tindakan kasih. Mungkin saja di dalam cinta terdapat sebuah emosi, baik itu emosi ingin memiliki ataupun emosi keegoisan seseorang (pemahaman cinta ini dilihat dari hubungan cinta sepasang pemuda/pemudi masa kini).

Ada tiga unsur penyebab seorang menjalin cinta yaitu ketertarikan fisik, kenyamanan komunikasi, dan komitmen. Cinta mengandung emosi sehingga dalam sebuah hubungan sepasang kekasih dapat terjadi sebuah pertikaian, karena keegoisan masing-masing individu tetapi tidak semua pertikaian mengakhiri sebuah hubungan karena faktor komitmen di dalam cinta tersebut.

Cinta dan pertikaian berkelindan menghiasi suatu hubungan, bagaimanakah upaya memelihara sebuah keharmonisan? Setiap pasangan harus memiliki kesadaran tentang kasih, dan bukan mengutamakan cinta meskipun cinta itu penting tetapi di dalam cinta juga harus ada kasih untuk mewujudkan cinta.

Cinta itu terwujud secara nyata melalui tindakan kasih. karena kasih itu sabar, kasih itu murah hati, ia tidak cemburu, ia tidak memegahkan diri, dan tidak sombong (1 Korintus 13 : 4). Dengan sifat-sifat yang terdapat dalam kasih inilah sebuah hubungan akan tetap harmonis karena di dalamnya tidak ada keegoisan.

“Cinta bukanlah segalanya, tetapi karena kasih, cinta menjadi istimewa,keistimewaan itu ada dalam kasih Yesus yang menyelamatkan manusia melalui pengorbanan-Nya dikayu salib”.

Penulis: Redy Hartanto Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Kristen Marturia
Yogyakarta

Komentar