oleh

Wisatawan Asal Singapore Diserang Binatang Komodo Hingga Mengalami Luka Robek

RADARNTT, Labuan Bajo – Lagi lagi seorang wisatawan secara tiba tiba diserang oleh hewan purba komodo di Pulau Komodo, Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur(NTT)  pada, Rabu (3/5) sekitar pukul 09. 15 Wita.

Kali ini yang menjadi korban adalah wisman asal  Singapura, Loh Lee Aik (67). Akibat  peristiwa tersebut pria kelahiran Malaisya 29 Nov 1949 tersebut mengalami beberapa luka robek pada bagian kaki kirinya  hingga mengalami pendarahan yang cukup parah. Selang beberapa menit pasca kejadian, pada bagian wajah korban mengalami belau seperti lebam akibat reaksi ribuan bakteri yang berasal dari lendir mulut hewan buas komodo saat menggigit dan mencakar korban menggunakan cakarnya.

Dari data yang diterima dari Kapolres Labuan Bajo  AKBP Supyanto menjelaskan bahwa kronologis kejadian berawal pada Senin tanggal 01 Mei 2017 pria yang bekerja sebagai foto grafer ini berangkat dari Labuan Bajo menuju kampung Komodo dan menginap di rumah Bapak Haji Kasing (47).  Wisman ini datang ke kampung komodo dengan tujuan untuk mengumpulkan foto aksi Komodo.

Pada Selasa tanggal 02 Mei 2017 saat korban berjalan-jalan mengelilingi Kampung Komodo tersebut korban melihat  ada seekor kambing yang digigit oleh seekor Komodo di kompleks Pekuburan Umum dekat Pustu Desa Komodo namun tidak sempat untuk di dokumentasi, kemudian korban  mendapatkan informasi dari warga setempat bahwa apabila sudah ada kambing yang digigit Komodo dan kemudian mati  pasti Komodo akan turun dari Gunung untuk memangsa  kambing yang sudah mati tersebut.

Dan pada hari Rabu tanggal 03 Mei 2017 Sekitar pukul 08.00 wita dengan rasa penasaran pemilik pasport Pasport E5494087B, Visa Kunjungan Wisata, sendirian melakukan tracking ke tempat Bangkai Kambing yang telah mati di pegunungan sekitar 200 meter dari arah Pustu Desa Komodo tanpa di dampingi ranger/warga untuk melakukan pengambilan gambar dan setelah sampai di TKP korban melihat seekor binatang komodo sedang memangsa seekor kambing, selanjutnya beberapa saat kemudian korban berusaha untuk mengabadikan moment tersebut namun korban tidak tahu ada seekor binatang Komodo kecil yang berada di sekitar korban yang kemudian langsung menggigit betis kaki bagian kiri hingga mengalami luka robek.

sekitar pukul 08.30 Wita  Bhanbinkamtibmas Desa Komodo  BRIPKA Anhar mendapatkan informasi bahwa ada warga yang digigit komodo sehingga anggota Bhabin dibantu warga  langsung melakukan pertolongan terhadap korban dan mengevakuasi korban ke Pustu Desa Komodo untuk dilakukan pertolongan pertama dengan melakukan jahit di lukanya dan diberikan antibiotik.

Setelah itu Bhabinkamtibmas dibantu warga mengantarkan korban ke perahu milik Nelayan setempat untuk dibawa menuju Labuan Bajo guna mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.

Dan sekitar pukul 10.00 wita korban di evakuasi ke Labuan bajo dengan menggunakan perahu motor milik warga dari kampung Komodo dengan didampingi oleh 1 orang tenaga medis atas nama Fifi Sumanti dan Bapak H. Kasing pemilik rumah tempat korban menginap.

Selang satu jam kemudian tim basarnas dan anggota Posal bergerak dari Labuan Bajo untuk menjemput korban dikarenakan terlalu lama menggunakan perahu nelayan.

Pukul 12.00 wita tim Basarnas bertemu kapal pengangkut korban di depan pulau papagarang,  selanjutnya korban dipindah ke speed boad  Basarnas Mabar dan langsung dibawa ke Labuan Bajo dan korban dijemput menggunakan Mobil Ambulance milik Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Labuan Bajo No.Pol DH 362 GW dan didampingi oleh dr. Pina Yanti Pakpahan dari Health Quarantine Pelabuhan Kelas III Labuan Bajo bersama Ibu Fifi Sumanti selaku Bidan Desa Komodo, selanjutnya langsung dibawa menuju Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo dan langsung mendapatkan perawatan medis oleh Dokter di unit Gawat Darurat ( UGD ) Rumah Sakit Siloam.

 Menurut infomasi  dari  H. Kasing, selaku pemilik rumah tempat menginap korban selama di pulau Komodo, bahwa benar korban telah menginap di rumahnya sejak hari Senin tanggal 01 Mei 2017, dengan tujuan mengumpulkan foto aksi Komodo dan Korban juga diketahui selama melakukan aktifitas pengambilan gambar/foto tidak pernah didampingi oleh Guide/Ranger dan selalu berjalan sendirian.

Dia menambahkan jika korban telah membeli tiket pesawat untuk meninggalkan wilayah Labuan Bajo pada tanggal 07 Mei 2017 menuju Denpasar-Bali.

Sementara itu saat kejadian, hanya  korban sendirian di TKP dan tidak ada saksi yang melihat langsung kejadian tersebut, dan berdasarkan info dari korban sendiri bahwa Komodo yang menggigit korban adalah Komodo yang berukuran Kecil. Untungnya lokasi kejadian tersebut tepatnya di kampung Komodo, bukan di Loh Liang yang merupakan tempat yang sering di kunjungi oleh para wisatawan dan tempat hunian ribuan komodo. Selain itu, selama korban melakukan aktifitas di kampung komodo, korban tidak mau di dampingi oleh warga maupun guide sebagai penunjuk jalan. Kejadian ini pun diduga korban tidak mengindahkan petunjuk maupun arahan dari warga setempat untuk tidak berjalan sendiri untuk melakukan aktifitas di sekitar kampung Komodo.

Dilihat dari kondisi fisik korban serta keterangan dari Bidan Pustu Desa Komodo bahwa kondisi fisik korban terlihat kuat dan stabil setelah dijahit lukanya dan diberikan antibiotik, karena selama penanganan medis korban tidak mau dibantu oleh warga dan mengatakan bahwa dia bisa berjalan sendiri. Berdasarkan informasi dari masyarakat Pulau Komodo bahwa pada bulan Mei s/d bulan Juli ini, binatang Komodo akan sangat agresif dipengaruhi faktor pergantian musim dari Musim Hujan ke Musim Kemarau.  Karena berdasarkan pengalaman sebelumnya bahwa binatang Komodo yang sudah pernah menggigit manusia, dari pihak BTNK komodo akan melakukan penangkapan terhadap binatang tesebut dan memindahkan ketempat yang lebih jauh dari pemukiman warga/manusia (masih dalam kawasan BTNK).

Sampai saat ini korban masih mendapatkan perawatan medis oleh Dokter di Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo, dan menurut info dari Dokter yang menangani bahwa dilihat dari kondisi korban maka korban akan langsung dirawat inap di Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo dan tidak akan dirujuk ke Rumah Sakit lain. Sangat diharapkan agar dapat dilakukan koordinasi dengan dengan instansi terkait dalam hal ini Kantor Imigrasi untuk dapat melakukan pengawasan dan penertiban terhadap keberadaan orang asing di Labuan Bajo kedepannya sehingga tidak menimbulkan hal-hal yang dapat menimbulkan pelanggaran Hukum.  (*Rio/RN)

 

Komentar