oleh

Ini Kata Tokoh Masyarakat Terkait ASN Kumpul Kebo

-Daerah, News, Ngada-2.640 views

RADARNTT, Kupang. – Maraknya praktek kumpul kebo yang dilakoni oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Ngada Nusa Tenggara Timur(NTT) yang sempat menjadi viral dalam sebuah grup bernama ‘Gebrak Ngada’ di sosial media ditanggapi serius oleh Leo Lagam salah satu Tokoh masyarakat Manggarai sekaligus mantan Kepala Kantor Keuangan Negara yang sudah lama bermukim di Kota Kupang.

“Kita butuh PNS/ASN yang bermoral baik, kalau ada PNS/ASN yang tidak beretika sampai melakukan kumpul kebo itu pertanda tidak baik”, kata Leo.

Dikatakannya bahwa Undang Undang Kepegawaian Tahun 1974 menyebutkan, kita butuh aparatur negara yang jujur, kerja keras dan beretika baik. Kalau melakukan tindakan perselingkuhan harus diambil tindakan, berupa teguran kalau masih melawan berikan penurunan pangkat dan tunda kenaikan berkala, bukan dibiarkan begitu, jelasnya. “Kumpul kebo bagi ASN bukan ranah privasi namun itu menyangkut ranah publik yang harus disorot apalagi kedua duanya masih memiliki pasangan yang sah”, tegas Leo.Sementara itu tim radarNTT mencoba memi tanggapan Kepala Kantor Badan Kepegawaian Nasional Wilayah X Denpasar Ida Ayu Rai Sri Dewi, SH, MSi melalui Humasnya Irriana, “mohon maaf ibu kepala sedang ada tugas di Jakarta, saya tidak berwenang, namun nanti pasti akan diberi tanggapan resmi”. Ungkapnya

ia bahkan meminta media untuk memberi surat terkait permintaan tanggapan agar diberikan penjelasan dalam wawancara secara khusus dan eksklusif.

Irriana sempat meminta kepada pemerintah setempat dalam hal ini Pemda Kabupaten Ngada untuk memberikan laporan dan bukti apakah ada dugaan seperti yang sudah menjadi polemik seperti saat ini. “Kalau ada bukti laporkan dan kami berani memberi tindakan lebih lanjut”, katanya.

Selain itu ia menjanjikan untuk menyampaikan permintaan konfirmasi dari tim wartawan kepada Kepala BKN. Irriana sempat menegaskan, “ada aturan yang mengatur terhadap kasus itu, namun harus ada bukti, setelah itu kita periksa dan diinterogasi, soal sanksi pasti namun kita perlu bentuk tim.” (Ro/Set/RN)

Komentar