oleh

Ada Harapan Akhir Pekan di Kaki Ebulobo

RADAR NTT, Mbay – Sejak sehari sebelumnya melakukan kunjungan dan silaturahmi ke sejumlah tempat di Kota Dingin Bajawa dan Mataloko Kabupaten Ngada. Untuk kegiatan sosial di panti asuhan dan sekolah serta kegiatan partai NasDem.

Pagi itu Sabtu, (13/1/2018) sekitar jam 9 pagi di pusat kota kecamatan yang berada di bawah kaki gunung api aktif Ebulobo, tepatnya di Jalan Ebulobo Blok D Paukera I Nageoga-Boawae Kabupaten Nagekeo.

Turun sejumlah orang dari mobil sedan berwarna biru tua, terlihat seorang ibu berperawakan kurus, tinggi semampai, berkulit putih memasuki kompleks Panti Asuhan Bhakti Luhur Susteran Alma.

Dia adalah istri Viktor Bungtilu Laiskodat, masuk ke panti itu menyalami para suster dan anak panti yang sedang persiapan mengisi akhir pekan dan ibadah hari minggu besok (hari ini).

Setelah bersalaman, mereka saling berbagi cerita tentang perjalanan dan dinamika pengelolaan panti asuhan itu, yang khusus mengasuh anak usia sekolah yang penyandang disabilitas.

Suster Elda selaku pengelola menerangkan, panti asuhan mengurus 40 orang anak berumur 4-27 tahun, menampung 20 orang dalam panti sedangkan 20 anak lagi berada di keluarganya dengah orang tua.

“Kami mengurus 40 orang anak-anak, tapi yang ditampung disini cuma 20 orang anak sedangkan 20 anak lainnya tetap berada di rumah orang tua di keluarga masing-masing”, kata Suster Elda.

Hal ini dilakukan karena selain keterbatasan ruang untuk penginapan, ada juga anak yang lebih memilih pulang tinggal di rumah bersama orang tuanya.

Dia juga menambahkan, panti asuhan ini dikelola oleh tiga orang suster dan dua orang tenaga pengajar, sehingga total ada lima orang pengelola.

Pada kesempatan itu, istri Viktor Bungtilu Laiskodat menunjukkan atensinya yang cukup tinggi dengan memberikan dukungan operasional panti, membantu perbaikan plafon dua ruang penginapan, membangun dua ruang baru penginapan permanent dan sejumlah alat permainan anak.

Beberapa jenis bantuan akan direalisasikan dalam waktu dekat seperti alat permainan anak, pembangunan dua ruang baru permanent dan rehap plafon dua ruang penginapan.

“Kini keluarga Laiskodat tahu bahwa ada rejeki yang kami peroleh melalui anak-anak disini yang mengalami keterbatasan, semoga dengan ini kami juga mendapat jalan untuk berbagi dengan sesama”, ujar Julie Laiskodat. (Yolf/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan