oleh

Ada Tradisi Lebaran Ketupat di Kampung Tebalo Gresik

-News-2.852 views
Spread the love

RADARNTT, Gresik–Warga Desa Tebalo Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik memiliki tradisi unik dalam merayakaan Hari Raya Idul Fitri 1439 H. Masyarakat di tempat itu selalu merayaan Lebaran Ketupat yang mana di lakukan pada 1 minggu setelah Hari Raya Idul Fitri, dan tradisi ini dinamakan Lebaran ketupat yang di lakukan pada 7 Syawal.

Berdasarkan pantauan wartawan kemarin, tampak keramaian di Masjid Nurul Islam Desa Tebalo Gresik. Mulai anak-anak, pemuda hingga orang dewasa beramai-ramai ke masjid dengan membawa ketupat dari rumah masing-masing.

Momentum ini juga dijadikan ajang bersilaturahmi dengan sanak saudara, teman maupun kerabat dan setelah selesai melakukan doa bersama mereka melakukan makan ketupat bersama.

Tokoh masyarakat setempat Haji. Khoirus Sholeh mengatakan, tradisi lebaran ketupat ini diperkenalkan oleh ulama bernama Kiai Baka yang masih keturunan Sunan Giri. Ia meminta santrinya agar mengikuti Sunah Rasul dengan berpuasa Syawal selama enam hari. Tradisi warisan ini terus dilestarikan hingga kini, ujar Haji Sholeh (Jumat, 22/6/2018).

Lebih lanjut dikatakan, dalam rangkaian Lebaran Ketupat ada Tradisi Ketupat Liwat, tidak sekedar doa bersama dan menyantap ketupat bersama, biasanya tuan rumah selalu menyediakan aneka menu ketupat atau lontong untuk disajikan pada para tamu.

Ada ketupat ubus, ketupat sayur lodeh, ketupat kari ayam dan nanti di setiap rumah akan melakukan pelemparan koin supaya anak-anak kecil senang melakukan rebutan uang koin yang di lempar, kata Haji Sholeh.

Tidak hanya itu menurut Hasib pemuda asal Desa Tebalo, dahulu waktu dirinya masih kecil merasa senang jika tiba waktunya untuk merayakan Lebaran Ketupat seperti ini, berkeliling kampung karena ingin berebut uang koin yang dilempar oleh warga di setiap rumah. (BOB/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan