oleh

Arena Pacuan Kuda Babau Penuh Kontroversi

-Daerah, Hukrim, News-1.708 views

RADAR NTT, Kupang-Seperti yang diberitakan media ini kemarin Sabtu, 10/03/2018 terkait testimony warga Baubau Thomas Fangidae, bahwa dirinya telah dirugikan terkait pengambilalihan lahan milik tiga marga yakni Fangidae, Adat, dan Palat yang secara paksa oleh Pemerintah Kabupaten Kupang selama 24 Tahun yang dipergunakan untuk arena pacuan kuda.

“enar benar keterlaluan saya dijanjikan ini itu untuk menyerahkan lahan namun kenyataannya ganti rugi nol.” kata Thomas Fangidae.

Menurut Thom, arena pacuan kuda Babau sudah berdiri tembok keliling yang kokoh yang menelan biaya sekitar 2,2 miliar rupiah, selain itu sudah di bangun Tribun yang menelan biaya 650 juta rupiah, belum lagi pembuatan lintasan pacuan yang menghabiskan biaya ratusan juta rupiah, hal ini disampaikan Thom saat dijumpai Tim media ini, Sabtu 10/03/2018

Untuk diketahui bahwa pembangunan fasiltas umum oleh Pemerintah harus mengacu pada Perpres 148/2015 tentang penyelenggaraan pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum yaitu Pasal 1 poin 9 mengenai pelepasan hak dan poin 10 mengenai ganti rugi.

Sesuai pantauan wartawan dilapangan memang kondisi arena pacuan kuda berdiri megah, namun amat disayangkan muncul kontroversi adanya indikasi penyerobotan lahan warga oleh Pemkab Kupang. (Tim /RN)

Komentar