oleh

Bakohumas NTT Gelar Pertemuan Bahas Radikalisme dan Terorisme

-News-1.021 views

RADARNTT, Kupang – Badan Koordinasi Kehumasan (Bakohumas) lingkup Pemerintah Provinsi NusaTenggara Timur (NTT) menggelar pertemuan dengan tema “Peran Humas Pemerintah Dalam Menghadapi Paham Radikalisme dan Terorisme”. Kegiatan bertujuan membahas masalah dan upaya pencegahan radikalisme dan terorisme, yang berlangsung di Hotel Naka, Senin (28/5/ 2018).

Karo Humas Setda Provinsi NTT, Semuel Pakereng, dalam sambutan membuka kegiatan mengatakan, pertemuan Bakohumas ini merupakan salah satu program dari Humas Sekda NTT.

“Saya menaruh harapan dengan adanya materi radikalisme dan terorisme mampu memberi pemahaman bagi kita soal radikalisme dan terorisme termasuk upaya mencegahnya”, ujar Semuel.

Ia menegaskan, Humas memiliki peran penting di garis terdepan dalam memberikan informasi dan komunikasi, sehingga perlu ada pemahaman bersama dalam menyikapi hal-hal terkait radikalisme dan terorisme.

Agar dapat mengajak semua pihak terkait untuk menangkal paham radikalisme dan terorisme melalui sajian informasi yang akurat bukan hoaks.

Kabid Humas Polda NTT, Jules Abharam Abast menjelaskan penyebaran paham radikalisme dan terorisme sering disebarkan melalui media sosial juga media blog yang berbaur intimidasi untuk memberikan rasa takut (teror) sehingga meresahkan warga.

“Pelaku teror juga menggunakan jejaring media sosial, blog, media radikal lainnya tentu kita juga harus lindungi diri dengan tidak cepat-cepat menshare gambar atau video, sebagai humas yang baik saya harap kita lebih bijak dan jangan jadi pelaku teror“, tegas Jules Abast dihadapan puluhan perwakilan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai instansi.

Dia meminta agar jangan cepat-cepat membagi gambar atau video berbau terorisme karena aksi itu bisa membuat pelaku teror senang sebab telah turut memberikan rasa takut terhadap yang lain. Namun harus disaring dulu untuk mencegah penyebaran informasi yang Hoaks.

Jules Abast menghimbau ke semua pihak agar lebih bijak mengkonsumsi informasi dengan terus memantau setiap media yang menginformasikan mengenai paham radikalisme dan terorisme agar segera dilaporkan kepada pihak yang berwajib apalagi berbau isu Suku Agama Ras dan Antar Golongan (SARA)

Berbagai upaya telah dilakukan untuk menangkal paham radikalisme yakni melalui literasi media bekerjasama dengan pihak sekolah dan instansi terkait sebab kemajuan teknologi informasi memiliki peran dalam penyebaran paham menyesatkan itu.

Lebih lanjut Jules Abast berharap dukungan seluruh komponen masyarakat bersama-sama memberantas paham radikalisme dan terorisme sebab katanya tanpa masyarakat , Polisi tidak bisa berbuat banyak meskipun saat ini telah disahkan Undang-Undang Terorisme

“UU Terorisme tidak menjamin teroris bebas dari Indonesia, sehingga semua Pihak harus bekerja sama mencegah dan memberantas paham radikalisme dan terorisme”, jelasnya.

Pencegahan dan pemberantasan radikalisme dan terorisme bukan hanya dari pihak Polri, melainkan tugas seluruh lapisan masyarakat. “Kita semua harus partisipasi dalam upaya memerangi radikalisme dan Terorisme”.

Dia mengatakan untuk saat ini, khususnya Nusa Tenggara Timur situasi Kamtibmas dalam keadan aman dari radikalisme dan terorisme.

Meskipun demikian, masyarakat diminta untuk  tetap waspada dan segera melaporan kepada pihak berwajib jika ditemukah hal-hal yang mencurigakan di lingkungan masing-masing.

Kegiatan ini dihadiri seluruh perwakilan Humas setiap dinas yang berada di Lingkup Pemerintah Provinsi NTT dan para insan pers dari berbagai media di Kota Kupang. Bakohumas bersinergi dengan OPD terkait untuk menyelenggarakan pertemuan tersebut setiap 3 bulan sekali dengan mengangkat isu–isu terhangat dan ke depannya akan menggandeng media, demikian dikatakan Kepala Biro Humas Provinsi NTT, Semuel Pakereng. (Rob/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan