oleh

BEKRAF Gandeng Canon Gelar Pelatihan Fotografer Lokal di Labuan Bajo

-Mabar, News-753 views
Suasana Pelatihan Fotografi di Labuan Bajo

RADARNTT, Labuan Bajo — Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) melalui Deputi Riset Edukasi dan Pengembangan Direktorat Edukasi Ekonomi Kreatif bersama Canon menggelar Workshop Operasional dan Teknik (Oprek) Fotografi sebagai upaya pelatihan berbasis kompetensi kepada profesi fotografer di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT (Rabu 03-06/10/2019).

Direktur Edukasi Ekonomi Kreatif, melalui Bendahara Pembantu Nurulah Jaya Kesuma mengatakan peran Fotografer dalam era digital ini sangat berperan penting untuk snantiasa ditingkatkan kapasitas pelakunya.

“Bekraf sangat peduli terhadap pelaku-pelaku fotografi demi meningkatkan kualitas profesi mereka, tentu peran fotografi sangat strategis di tempat Pariwisata seperti Labuan Bajo ini,” kata Nurul.

Nurul mengatakan kegiatan ini merupakan hasil kerjasama Bekraf dengan Canon Indonesia sebagai bagian dari upaya penguatan ekosistem subsektor fotografi di Indonesia dengan meningkatkan kompetensi fotografer-fotografer lokal.

“Labuan Bajo saat ini terkenal dengan pariwisata alam, kuliner, dan budaya. Ditangan para fotografer inilah landscape pariwisata, kuliner dan aktivitas budaya bisa tersampaikan secara luas ke publik,” kata Nurul.

Untuk menunjang hal tersebut, lanjutnya, kompetensi fotografer perlu terus ditingkatkan sehingga dapat menyajikan setiap peristiwa secara menarik dan berkesan.

“Bekraf dan Canon Indonesia ingin memberikan pemahaman kepada fotografer lokal, tentang bagaimana memaksimalkan penggunaan peralatan foto dan memahami teknik pengambilan gambar yang baik,” kata Nurul.

Dalam Workshop Fotografi ini para pemateri akan mengajarkan serta melatih 20 unit kompetensi yang wajib dikuasai oleh seorang fotografer dan keterampilan penunjang lainnya, yakni pemilihan jenis kamera, memeriksan perangkat kamera, menentukan elemen pencahayaan, mengatur ketajaman gambar, menentukan sudut pengambilan, menentukan latar depan-belakang, menentukan komposisi pemotretan, serta mengidentifikasi arah, karakter dan warna cahaya.

Selain itu, para peserta juga diajarkan menentukan perangkat penyinaran, menyimpan dan memindahkan data gambar, memilih gambar sesuai kebutuhan, melakukan edit digital dasar, mencetak gambar, mengelola gagasan konsumen.

Selanjutnya menghitung biaya produksi dan operasional, melakukan proses pekerjaan sesuai dengan prinisk K3, mengevaluasi etos dan hasil kerja, menjalin komunikasi dengan rekan kerja, jenis-jenis pendekatan dan peralatan fotografi, hingga pengenalan wilayah kerja fotografer.

Materi yang disampaikan pada workshop ini mengacu pada kurikulum SKKNI Nomor RT-027 SKKNI 2014-355 bidang fotografi. Peserta terlatih akan diuji sertifikasi profesi fotografi pada kegiatan yang akan dilaksanakan selanjutnya. Hal ini sebagai bagian dari ekosistem subsektor fotografi yang tidak dapat terpisahkan.

Plt. Kadis Pariwisata Manggarai Barat Ney Asmon mengapresiasi Workshop tersebut, Ney mengaku kegiatan tersebut baru digelar di Labuan Bajo. Kedepannya kata Asmon pihaknya akan bekerjasama dengan fotografer di Labuan Bajo sebab ditangan fotograferlah pariwisata Labuan Bajo dikenal dunia.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bekraf karena telah menyelenggarakan kegiatan ini. Terus terang hal ini baru digelar di Labuan Bajo, kedepan kami menghimpun dan bekerjasama dengan fotografer lokal,” tutur Asmon.

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber antara lain Dosen FFTV IKJ dan Fotografer Eddy A. Suryatin dan Priadi Soefjanto, Profesional Fotografer Tigor Hamonaangan Asnawi Lubis, Dosen Politeknik Sebi Yogyakarta dan Fotografer Dewi Satrika dan Januardo Hendry Salvety Traniner PT. Datascript. (MH/SET/RN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru