oleh

Berdalih Sudah Diuji Dua Menteri, Rektor Undana Terapkan Status BLU

Ket: Rektor Undana Prof. Fred Benu Saat Memberi Keterangan Pers Terkait BLU

RADARNTT, Kupang — Aksi GMNI Cabang Kupang pada Hari Rabu lalu (08/08/2018) menyampaikan dugaan konspirasi antara Undana dengan Kementerian terkait dan dianggap Rektor Undana juga sangat jelas telah melanggar aturan UU No.25/2009 tentang rangkap jabatan sehingga terindikasi korupsi 6 Miliar lebih.

Rektor Undana dalam jumpa pers bersama awak media saat itu (08/08/2018) menyampaikan beberapa hal terkait BLU.
“BLU Undana ini sudah diuji oleh Kementerian Keuangan dan Kemenristek Dikti, lalu Undana salah satu yang lolos seleksi. BLU ini sendiri memberikan kewenangan kepada kita untuk lebih fleksibel untuk mengkreaktifkan Income, baik dari segi akademik dan non akademik tapi harus lebih transparan dan akuntabel dengan memberikan pelayanan lebih baik pada Mahasiswa.

Kita harus lebih kreatif lagi dibidang non akademik, karena kita punya Rumah Sakit, Klinik, Laboratorium Lahan Kering dan Bio Sains, semuanya kita manfaatkan jika ada orang mau tes apa saja wajib bayar. Kami juga lagi menampung dan memberi latihan 200 anak muda untuk dididik mengenai bertani dengan lahan kering, ujar Fred saat itu.

Sementara itu anggota Senat Undana, Prof. Simon Sabon Ola, M.Hum pada radarntt via WhatsApp (Sabtu, 11/08/2018) menjelaskan, rektor memang diuji 2 menteri, tapi itu bukan alasan pembenaran terhadap kondisi riil saat ini. Apa yang diusulkan saat itu berupa rancangan, yang jika disetujui, harus segera diikuti langkah cepat dan berani untuk menambah pendapatan Undana. Langkah itu harus minim risiko.

Dikatakan pula, pungutan berlebihan dari mahasiswa, turunnya remunerasi tenaga kependidikan jauh di bawah tunjangan kinerja, dan kelebihan kapasitas ruang kuliah akibat mengejar PNBP dengan menambah mahasiswa baru yang tidak sebanding dengan jumlah yang wisuda merupakan resiko.

Resiko ini tidak ditekan dan diantisipasi sehingga menimbulkan gelombang protes. Gagasan BLU sudah ada saat rektor Prof. Frans Umbu Datta, jadi bukan gagasan Prof. Fred, urainya. (Yo/RN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru