oleh

Besok Koordinator Pengawas Pendidikan Dasar Periksa SD Inpres Liliba

-News-1.722 views

RADARNTT, Kupang—Beragam fakta yang menghebohkan, dalam memanajemen pengelolaan dana BOS SD Inpres Liliba era kepemimpinan Rosina Menoh seperti yang dilansir media ini beberapa kali, kini menjadi pertanyaan besar bagi publik Kota Kupang dan rupanya mendapat tanggapan serius dari Koordinator Pengawas Pendidikan Dasar Okto Neitboho.

Hal itu diawali sejumlah tudingan miring dari berbagai pihak termasuk ormas PMKRI terhadap tata cara pengelolaan dana di BOS SDI Liliba, mulai dari adanya fakta yang terdokumentasi secara jelas berkaitan ‘setoran khusus’ kepada oknum dinas kota yang diperintah langsung kepala sekolah kepada bendahara.

Selain itu beberapa pihak menyebutkan adanya permintaan kepala sekolah secara paksa kepada bendahara, untuk tidak merubah nota belanja yang diduga sudah digelembungkan.

Adapula indikasi adanya sejumlah aliran uang BOS milik SD Inpres Liliba ini yang dipinjam pinjamkan ke oknum dinas yang tidak pernah diketahui rimbanya hingga sekarang.

Kemudian terkesan kuat dalam penilaian sejumlah guru bahwa seolah olah Rosina Menoh sebagai kepala sekolah merangkap juga sebagai bendahara dalam pelaksanaan pengelolaan dana bos, karena ada fakta yang menunjukkan bahwa sering kali kepala sekolah yang menyimpan dan membawa uang dana BOS.

Dan fakta yang terakhir mencuat berdasarkan pengakuan dari sejumlah pihak termasuk beberapa guru, bahwa pergantian bendahara tidak pernah dibuat berita acara tertulis di masa kepemimpinan Rosina di sekolah itu.

Atas dasar tudingan itu maka besok pada hari Kamis Tanggal 5 Juli 2018 Koordinator Pengawas Pendidikan Dasar (Dikdas) Okto Neitboho, Pengawas Pembina Salomi Dethan bersama tim berencana turun melakukan pemeriksaan di Sekolah Dasar Liliba yang sedang terlilit skandal.

Hal itu disampaikan Okto dengan nada prihatin kepada wartawan radarntt via seluler. “Ini bersifat mendesak yang pasti kami besok turun periksa, apalagi pengawas dituding mandul begini,” katanya.

Kemudian ia menyambung, “Demi kredibilitas dan kewibawaan tim pengawas kami harus lakukan itu kendati belum ada surat perintah dari dinas, namun ini tupoksi kami melihat masalah yang begitu urgen, kalau dingin dingin begini kami dinilai sumir oleh publik.

Menurut informasi dari dalam dinas dikatakan, bahwa Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang Filmon Lulupoy sedang berada di luar kota, maka dengan demikian surat perintah untuk melakukan supervisi khusus ke SD Inpres Liliba belum bisa diterbitkan.

Namun Okto Neitboho berjanji untuk melaksanakan tugas secara fair dan tidak memihak siapapun bila hasil pemeriksaan menunjukkan sejumlah temuan penyelewengan, maka dirinya bersama tim pengawas tidak akan membela siapapun yang salah, dan pihaknya tidak akan tutup-tutupi .

“Pemberitaan yang ditulis radarntt saya kira tidak main main, pasti wartawan juga mempunyai bukti yang kuat dan tidak asal memberitakan karena semua pihak pasti mempertahankan reputasinya, ” pungkasnya mengakhiri pembicaraan. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan