oleh

BIN Temukan Tiga Kabupaten Indikasi Konflik

RADARNTT, Kupang – Badan Intelijen Negara Nusa Tenggara Timur menemukan potensi-potensi konflik yang mengganggu proses pemilu kepala daerah dan wakil kepala daerah (pilkada) di sepuluh kabupaten dan pilgub yang akan digelar tanggal 27 Juli 2018 secara serentak.

Hasil intelijen, ditemukan berbagai masalah yang bakal mengganggu jalannya pilkada di sepuluh kabupaten se-NTT.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Intelijen Negara Daerah Nusa Tenggara Timur Daeng Rosada pada saat rapat kerja bersama Gubernur NTT dengan, Danrem 161Wira Sakti Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa, SE, MM. Danlantamal VII Kupang Brigjen TNI (Mar) Kasirun Situmorang, SH. Danlanud El Tari Kolonel Pnb Rony Irianto Moningka, Kapolda NTT Irjen Pol Drs. Raja Erizman serta para bupati/walikota se-Ntt serta unsur Forkopimda dan Kab/kota se-NTT Tahun 2018

Dengan Tema ‘Bersama kita bangun NTT yg tertib, aman dan damai’ di Ruang Rapat Lantai IV Kantor Gubernur NTT (Kamis/245/2018).

Pada tahun ini sepuluh kabupaten dan Pilgub menggelar pilkada serentak yakni, Kabupaten Alor, Kabupaten Sikka, Kabupaten Ende, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Kupang, Kabupaten Manggarai Timur, Kabupaten Sumba Barat daya, Kabupaten Sumba Tengah, Kabupaten Timor Tengah Selatan Dan Kabupaten Rote Ndao.

Pada rapat itu Kabinda NTT juga menyinggung potensi konflik horizontal di tiga kabupaten yakni, Kabupaten Sumba Barat Daya, Kabupaten Ende dan Kabupaten Alor sangat Tinggi berangkat dari hasil pilkada sebelumnya.

Selanjutnya Daeng mengatakan, “Pihak Intelijen bersama pihak polisi akan menurunkan personil untuk menjaga Kamtibmas menjelang Pilkada maupun setelah Pilkada untuk ke tiga kabupaten tersebut. Namun untuk daerah lain juga kami tetap memantu secara terus dan rutin, tegasnya. (Rob/RN).

Komentar