oleh

Datangi Polda NTT, Ini Empat Tuntutan DPC PMKRI Kupang

-Hukrim, News-1.648 views

RADARNTT, Kupang – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Kupang mendatangi Markas Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT).

DPC PMKRI Kupang dalam hal ini Ketua Presidium Markus Gani, Sekretaris Jendral Engelbertus B.Tobin, Wakil Sekjen I Emanuel Boli, Presidium Gerakan Kemasyarakatan Adrianus Oswin Goleng, Ketua Lembaga Minat dan Bakat Filbertus Oswin Nuwa.

Kedatangan petinggi DPC PMKRI Kupang disambut antusias oleh Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Kapolda NTT), Irjen Pol. Raja Erizman di ruangan kerjanya, Rabu, (14/3/2018).

Tujuan kedatangan PMKRI Cabang Kupang adalah ingin menyampaikan beberapa persoalan krusial yang fenomenal terjadi di NTT.

Menurut PMKRI Cabang Kupang, persoalan hari ini yang menjadi perhatian serius bagi semua elemen masyarakat Nusa Tenggara Timur adalah perdagangan manusia (human trafficking) dan maraknya berita bohong (hoax) di media sosial (medsos).

Beberapa hari yang lalu, publik kembali dikejutkan dengan tibanya peti jenazah di NTT yang di kirim dari Malaysia atas nama Milka Boimau (62), dengan kondisi tubuh yang tidak wajar (terlihat di foto ada bekas jahitan di perut korban).

Ketua Presidium PMKRI Cabang Kupang, Markus Gani, yang turut hadir mengikuti ibadah pemakaman almarhumah Milka Boimau dan berdiskusi bersama keluarga korban. Mengatakan adanya kejanggalan yang sangat fatal dari awal perekrutan sampai dengan data yang ada saat ini.

“Saya melihat bahwa korban ditipu lalu kemudian berkas berkasnya dimanupulasi dan di legalkan oleh perekrut. Dari data yang diperoleh, antara identitas di ijazah dan paspor berbeda. Artinya, ada upaya pemalsuan indentitas yang dilakukan perekrut demi meloloskan korban”, ungkap Gani.

Markus Gani mendesak kepolisian daerah agar segera mencari tahu siapa perekrut awal, dan siapa yang mem-backingi sampai korban berangkat ke Malaysia. “Kami mendesak pihak kepolisian segera mengusut tuntas masalah ini”, tegasnya.

DPC PMKRI Kupang juga memberikan pernyataan sikap secara tertulis yang kemudian menjadi rekomendasi untuk disikapi Polda NTT terkait kasus kematian TKW dan TKI asal NTT dengan empat tuntutan, sebagai berikut :

Pertama; PMKRI Cabang Kupang Meminta Kapolda memberdayakan Babinkamtibmas di desa-desa untuk terlibat dalam upaya pencegahan perdagangan orang.

Kedua; PMKRI berharap dengan ditingkatkannya status Polda NTT menjadi tipe A menghadirkan bukti dengan polisi yang profesional dan peduli terhadap korban, dan bukan hanya peduli pada persoalan-persoalan seremonial.

Ketiga; PMKRI meminta Kapolda NTT untuk segera menangkap perekrut almarhumah Milka Boimau.

Keempat; PMKRI meminta Kapolda NTT untuk melakukan otopsi ulang jenasah Milka Boimau untuk membuktikan penyebab almarhuma meninggal dunia.

Menanggapi hal tersebut, Irjen Pol. Raja Erizman turut prihatin atas peristiwa naas tersebut.

“Sebagai lembaga penegak hukum, kami akan sikapi persoalan human trafficking secara serius. Hal tersebut sudah saya diskusikan bersama Gubernur dan DPRD NTT terkait solusi dan upaya pencegahan (preventif) terhadap kasus human trafficking sehingga kemudian peristiwa tersebut jangan diibaratkan seperti pemadam kebakaran”, tegasnya.

Menurutnya, pendidikan harus menjadi perhatian serius dan lapangan pekerjaan harus di buka seluas-luasnya di NTT menjadi solusi agar tidak ada orang NTT yang hijrah ke luar negeri.

Selanjutnya, Sekretaris Jendral , Engelbertus Boli Tobin mengatakan, akhir-akhir ini juga semakin maraknya berita bohong (hoax) yang beredar di media sosial (facebook, whatsapp, twiter,). Ironisnya, hal ini dilakukan oleh kalangan intelektual (pelajar/mahasiswa).

Ia juga mengungkapakan menjelang pesta demokrasi di NTT, munculnya akun-akun yang tidak bertanggung jawab meyebarkan berita bohong yang berisi fitnah dan isu SARA. Oleh karena itu, pihak kepolisian menindak tegas pelaku sesuai UU ITE yang berlaku, agar ada efek jera terhadap pelaku dan yang belum tertangkap. (Yolf/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan