oleh

Deklarasi Gerakan Kita Indonesia Di Acara Dies Natalis PMKRI

RADARNTT,  Jakarta – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) merayakan Dies Natalis ke 71 dengan mengedepankan tema, Kita Indonesia. Organisasi yang berdiri sejak tanggal 25 Mei 1947 ini dan bermarkas di Jalan Samratulangi, Menteng Jakarta Pusat.

Pada acara puncak peringatan dies natalis tanggal 25 Mei 2018, PMKRI terlihat semangat patriotisme dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, di samping menjadi orang yang 200% (100% Indonesia, 100% Katolik).

Sebelum semarak acara puncak, PMKRI telah mendahului beberapa kegiatan menyongsong Dies Natalis. Adapun rangkaian kegiatannya meliputi seminar kebangsaan, FGD mengevaluasi cita-cita reformasi dan beberapa kompetisi yang diikuti oleh 72 cabang PMKRI se-Indonesia.

Semarak acara puncak yang dihadiri ratusan alumni PMKRI, Pimpinan OKP Cipayung Plus bersama anggota dan semua partisipan yang hadir turut menyerukan gerakan Kita Indonesia yang kemudian dilanjutkan dengan tanda tangan pakta secara bersama-sama.

Dalam deklarasi gerakan Kita Indonesia, Ketua Presidium PP PMKRI periode 2018-2020 Yuven Kago, menegaskan bahwa sejatinya kita Indonesia dan bersama membangun toleransi antarumat beragama.

“Gerakan Kita Indonesia ini adalah bentuk dukungan terhadap Indonesia dalam menjaga dan merawat nilai-nilai yang ada pada Pancasila sebagai falsafah negara. Kami berharap, gerakan ini bisa menjadi acuan, baik melalui wacana dan narasi kebangsaan yang terus diproduksi ke publik.”terang Yuven.

Lebih lanjut, jebolan mahasiswa hukum Undana ini merencanakan akan membangun lima tugu Kita Indonesia dilima kota sebagai representatif pembagian wilayah PMKRI.

Pada tempat yang sama, Ketua Organisasi Pemuda Garda NTT, Wilfirdus Yons Ebiet, menambahkan bahwa PMKRI harus menghidupkan sanctuanitas, visionitas, fraternitas dan spirtualitas. Empat hal ini menjadi dasar bagi PMKRI dalam menghidupi nilai-nilai kemanusiaan dalam menghadapi situasi kebangsaan yang dilematis traumatis.

Di akhir acara, setelah sesi pemotongan tumpeng, semua undangan menikmati tari-tarian yang berasal dari Jawa Barat, Jaipong dan dari Kalimantan, tarian Dayak sebagai bentuk merawat kebudayaan Indonesia. (Hl/RN)

 

Komentar