oleh

Egi Sudjana Diusir Peserta Mubes Pers, Botol Air Mineral Melayang di Atas Kepalanya

Insan pers marah dalam Mubes Pers yang ditunggangi kepentingan politik praktis di Sasano Utomo TMII Jakarta

RADARNTT, Jakarta – Puluhan Organisasi Pers yang tergabung dalam Sekretariat Bersama Pers Indonesia menggelar Musyawarah Besar Sekretariat Bersama Pers Indonesia (Mubes Sekber Pers Indonesia) yang dipimpin oleh Ketua Sekber Pers Indonesia Wilson Lalengke, dan dihadiri oleh 17 (tujuh belas) Organisasi Pers, diantaranya FPII, KWRI, PPWI, IPJI, AKRINDO dan beberapa organisasi pers lainnya, di Sasono Utomo TMII (Gedung Negara Indonesia) yang terletak di Jalan Raya Taman Mini, Jakarta Timur (Selasa, 18/12/2018).

Ketua Tim Pelaksana Mubes Pers Indonesia, Wilson Lalengke orang nomor satu di jajaran Sekber Pers Indonesia mengatakan, Dewan Pers Independen bertujuan untuk menyampaikan aspirasi dan tuntutan Pers Indonesia agar terwujud Kemerdekaan Pers.

“Dalam Mubes Pers Indonesia Hari Selasa yang lalu kami akan menggelar Deklarasi Pembentukan Dewan Pers Independen serta menyampaikan aspirasi dan tuntutan Pers Indonesia untuk mewujudkan kemerdekaan pers dan kehadiran negara dalam Pemberdayaan Masyarakat Pers Indonesia,” ucap alumni PPRA-48 Lemhanas RI 2012 itu.

Berdasarkan pantauan radarntt.co  acara tersebut sempat diwarnai kericuhan yang disulut statement Egi Sudjana, Caleg dari PAN yang dalam sambutannya dinilai oleh peserta Mubes sudah berbau politik.

Kericuhan berawal ketika sambutan Egi menyatakan, “Kita butuh pemimpin yang berani dan tegas untuk itu, Tahun 2019 ganti Presiden.”

Akibatnya dihadapan ribuan peserta Mubes Pers Egi diteriaki untuk turun dari podium dan diusir ke luar ruangan dengan pengawalan TNI dan POLRI agar terhindar dari amukan peserta Mubes tersebut.

“Pers itu Independen, jangan dipolitisasi. Kami usir kau Egi” teriak para peserta.

Para peserta berkerumun ke podium memprotes orasi Egi dan diwarnai insiden pelemparan botol air mineral diatas kepalanya dan beruntung tidak mengenai dirinya.

Akibat kericuhan itu, sebagian peserta keluar ruangan dengan rasa kecewa karena acara itu dinilai berbau politik.

“Saya hanya berpendapat, saya mempersilakan jika anda yang ingin menyampaikan pendapatnya.
Demi kebersamaan kita semua, saya akan berhenti bicara,” ujar Egi sambil berangsur meninggalkan ruangan.

Situasi berlangsung pulih atas sigapnya panitia dan sebagian peserta dibantu aparat kepolisian dan TNI yang menenangkan kemarahan para peserta.

Saat ditanya awak media soal pernyataan Egi Sujana, Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA menyatakan, “Saya sangat kaget mendengar apa yang disampaikan Egi dan tidak pada tempatnya dia menyampaikan hal itu.”

Meski sempat ricuh, Mubes Pers Indonesia dilanjutkan dan berjalan dengan lancar sampai acara ditutup Wilson Lalengke. (TIM/SET/RN)

Komentar