oleh

Fakta Lain Dibalik Insiden Mogok Mengajar Di SD Inpres Liliba

 

Ket: Ibrahim Betti Penjaga Sekolah Di SD Inpres Liliba

RadarNTT, Kupang — Sekolah Dasar Inpres Liliba pagi kemarin (Selasa, 04/09/2018) menjadi pusat perhatian sebagian masyarakat Kota Kupang, lumpuhnya kegiatan belajar mengajar Hari Selasa kemarin merupakan bukti sikap leadership Rosina Menoh di SD Inpres Liliba dipertanyakan sejumlah kalangan.

Sehari sebelum insiden mogok mengajar terjadi Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Yuvensius Tukung kepada media ini mengatakan, sudah sejak awal mengingatkan kepada pihak sekolah terutama Rosina Menoh sebagai Kepala Sekolah untuk tidak mengambil keputusan secara konfrontatif, namun himbauan sekretaris Komisi IV DPRD Kota Kupang itu dianggap angin lalu, dengan nekad sang kepala sekolah tetap mengeluarkan SK pemecatan tanpa stempel meski tidak mendapat persetujuan dewan guru dan pihak komite sekolah.

Saya harap semua pihak di SD Inpres Liliba cooling down dulu karena surat pembatalan pemecatan bendahara BOS sudah dikeluarkan kepala sekolah, kami harap akur lagi dan agar proses belajar mengajar bisa kembali normal. Namun ini tetap merupakan ultimatum bagi kepala sekolah agar jangan menjadi sok berkuasa dan sok otoriter dan itu pesan saya. Memang harus mencari jalan damai tetapi harus melalui konsensus konsensus itu,” ungkap Yuvensius via seluler (Selasa, 04/09/2018)

Lebih lanjut dikatakan, saat insiden sedang terjadi Lurah Liliba memang meminta saya untuk turun menetralisir keadaan.

Ia menambahkan, namun yang berkaitan ranah hukum yang sedang ditangani Tipikor Polda saat ini berkaitan dugaan penyelewengan dana BOS itu bukan domain saya.

Tuntutan yang sudah dikabulkan diharapkan semua kembali ke posisi semula, fokus pada tugas dan tanggungjawab sebagai guru, berperan sebagai pengajar yang baik.

Pulihkan kembali dengan damai, dan ini menjadi bahan pembelajaran, karena kami tidak ingin sekolah lumpuh total oleh karena itu kami (Komisi IV) meminta dinas untuk memperhatikan kondisi ini untuk mengambil solusi dan memantau perkembangan hingga kembali normal, harap Yuvensius.

Berdasarkan pantauan wartawan di lokasi kemarin sejumlah guru sempat menandatangani petisi yang hendak disampaikan. Namun dalam perjalanannya diredam oleh beberapa pihak dan terlihat para guru dikumpulkan dalam ruangan untuk melakukan dialog yang difasilitasi Lurah Liliba Amsi Yolah, Ketua Komite Sekolah Roni Lotu. Para mediator beralasan salah satu tuntutan dewan guru akhirnya dikabulkan oleh Kepala Sekolah Menoh dengan mengeluarkan Surat Keputusan Kepala Sekolah Sekolah Dasar Inpres Liliba No. 02/SDILLB/BOS/IX/2018 Tentang Pembatalan Surat Keputusan Pemberhentian Bendahara BOS SD Inpres Liliba Tahun Anggaran 2018.

Dalam arahan Lurah Liliba kemarin kepada para guru SD Inpres Liliba menyebutkan, “Demo demo yang terjadi tadi saya tidak mau, saya menganggap bapa ibu lebih besar, ini tidak sebanding dengan persoalan. Saya percaya bapa/ibu punya mempunyai kecakapan, kemampuan secara rasional itu kepercayaan saya. Dan saya berharap SDI Liliba menjadi icon disini, seperti yang dikatakan pak guru tadi tentang sekolah ramah anak, namun saat ini terjadi demo, itu kontraproduktif ibu/bapak sekalian, perjuangan kita untuk mendapat ranking ramah anak itu tidak mudah dan melalui tahapan yang luar biasa lalu digadaikan dengan persoalan tadi itu ya tidak sebanding.

Dalam forum itu, Lurah juga sempat meminta bendahara BOS untuk membuka diri dan memberi ruang toleransi kepala sekolah untuk berkomunikasi, bendahara itu mengeluarkan uang lalu memberikan kepada bendahara barang, lalu bendahara barang belanja kemudian nota nota disampaikan, ini nota, ini pajak dan lain sebagainya. Semua komunikasi itu harus ada dan kita ada standar, jadi tidak perlu lagi kita tegang tegang. Ibu bendahara klarifikasi boleh namun bukan dalam momen ini, kata Lurah mengakhiri arahannya.

Dalam rapat mediasi para guru bersama Lurah Liliba Amsi Yolah dan pihak Ketua Komite Sekolah Roni Lotu kemarin terlihat pengamanan dari Bhabinkamtibmas Kelurahan Liliba.

Perlu diketahui publik saat ini Kepala Sekolah SD Inpres Liliba Rosina Menoh sedang menjalani pemeriksaan TIPIKOR POLDA NTT sejak Hari Senin Tanggal 03 September 2018. (TIM REDAKSI)

Komentar