oleh

Gerakan Memandang Laut sebagai Masa Depan Kehidupan

RADARNTT, Kupang – Gerakan memandang laut mengandung makna yang luas, karena selama ini terkesan orang memunggungi laut dan menjadikan laut bagian belakang bukan depan dari totalitas kehidupan masyarakat pesisir khususnya.

Demikian kata Wakil Ketua DPRD NTT Alexander Take Ofong, saat dimintai tanggapanya Sabtu, (18/8/2019) petang terkait pelaksanaan kegiatan ‘Mari Memandang Laut, Rawat Laut demi Masa Depan’, yang diprakarsai Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti, dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-73 secara serentak se Indonesia pada Minggu, (19/8/2019) besok.

“Selama ini kita hidup di pantai tapi kita tidak memandang laut sebagai bagian depan, kita lebih memunggungi laut dan mencari nafkah ke gunung. Padahal di laut ada banyak potensi yang bisa digarap dan lebih penting harus menjaga keberlangsungan ekosistem laut”, kata Alex Ofong.

Menurutnya kenyataan di sebagian besar masyarakat pesisir nampak jelas tidak memiliki perspektif memandang laut sebagai beranda depan rumah, lebih banyak orang membelakangi laut dalam konsep membangun rumah atau tempat tinggal sehingga laut menjadi tempat pembuangan sampah.

“Semoga gerakan ibu Menteri ini menjadi suatu titik start semangat baru agar kita merubah cara pandang dan cara laku hidup agar memposisikan laut sebagai bagian penting dan terdepan, khususnya bagi masyarakat pesisir yang hidup dan kehidupannya bergantung pada laut sebagai sumber menafkai keluarga”, harapnya.

Alex Ofong juga menegaskan agar gerakan merawat dan menjaga laut tidak boleh tidak bagi masyarakat pesisir khususnya dan masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) pada umumnya. “Karena kita semua sebagai pemanfaat dan penikmati potensi laut daerah ini yang sangat menjanjikan”, tegasnya.

Data Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi NTT dan BPS Provinsi NTT menunjukan, perkembangan perikanan didukung potensi panjang garis pantai ± 5.700 Km dan luas laut mencapai 15.141.773,10 Ha.

Selain itu, potensi yang mendukung sektor perikanan adalah Hutan Mangrove seluas ± 51.854,83 Ha (11 Spesies), terumbu karang sebanyak ± 160 jenis dari 17 famili, 42.685 rumah tangga perikanan, 808 Desa/Kelurahan pantai, jumlah 1.105,438 jiwa penduduk pantai, 194,684 orang nelayan (± 9,9 % dari jumlah Penduduk Desa Pantai) (BPS, NTT Dalam Angka Tahun 2012). (Tim/RN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru