oleh

Ini Derita Daud Hibu Usai Dicelakai Saat Bekerja, Pemberi Kerja Terkesan Cuek

RADAR, Ba’a – Minimnya pemahaman akan kecelakaan kerja yang dialami oleh pekerja, terkadang membuat seseorang mengalami penderitaan batin dan trauma yang berkepanjangan, hal tersebut dialami Daud Hibu (39)warga Dusun Oemaulain,Desa Tuanatuk,Kabupaten Rote Ndao,Propinsi Nusa Tenggara Timur(NTT).

Kepada Radarntt, Daud Hibu demikian sapaan akrabnya mengungkapkan kekesalan dan kekecewaannya terhadap Direktur CV Hikmah Persada Mas Budi,yang telah mencelakai dirinya pada saat jam kerja.

Peristiwa naas tersebut terjadi pada tanggal 3 Juli 2017 silam dan masi tetap menjadi luka batinnya,bagaimana tidak yang bersangkutan atas kejadian tersebut mengalami patah tulang pada kedua pergelangan tangannya sehingga tidak dapat bekerja lagi sebagai seorang pengemudi roda empat.

Hibu menceritakan,kejadian bermula pada saat jam isterahat dan Ia sementara mengisi bahan bakar pada exzafator (Alat berat)atas perintah dari Mas Budi pemilik CV Hikmah Persada tempat Ia bekerja.

Untuk diketahui letak tangki pada Exzafator tersebut berada di ketinggian tepatnya dibelakang tempat duduk,sehingga yang bersangkutan harus berada diatas baket exzafator tersebut untuk dapat mengisi bahan bakar dengan baik,namun malang baginya karena bertepatan dengan saat itu sang Direktur entah karena sengaja atau tidak, tiba-tiba menghidupkan exzafator yang dikemudikannya sendiri tersebut,sehingga mengakibatkan Baket bergerak dan korban Daud Hibu terjatuh dan terjungkil dari ketinggian kurang lebih empat meter.

Hal tersebut mengakibatkan yang bersangkutan patah tulang pada kedua pergelangan tangannya sehingga koban sampai saat ini mengalami cacat pada kedua tangannya dan mengalami trauma,karena yang bersangkutan tidak dapat bekerja lagi seperti sediakala untuk menghidupi keluarganya,sebab yang bersangkutan berprofesi sebagai seorang sopir.

Direktur CV.Hikmah Persada Mas Budi, ketika dikonfirmasi terkait persoalan ini mengatakan korban adalah seorang sopir, yang bersangkutan pada saat itu berada di baket exzafator kayak ketiduran.

Ia sendiripun kaget dengan kejadian tersebut, namun dirinya segera membawa korban ke Rumah sakit untuk mendapat perawatan medis,dan kemudian perawatan selanjutnya harus mendapatkan pengobatan tradisional untuk menyembuhkan tulang yang patah tersebut,maka drinya telah membatu untuk perawatan tersebut.

Budi mengatakan untuk selanjutnya Ia tidak membantu lagi dan menyangkut santunan Ia pun belum membatu sampai pada saat ini.

Pakar Hukum sekaligus Dosen pada universitas Nusa Lontar Daniel Babu,SH ketika dimintai tanggapannya terkait persoalan ini mengatakan, dari aspek tanggung jawab pihak perusahaan yang bersangkutan wajib hukumnya harus bertanggung jawab,entah tenaga kerja yang dipekerjakan tersebut sudah lama bekerja ataupun baru bekerja,namun sepanjang yang bersangkutan bekerja dan mengalami kecelakaan ditempat kerja pihak perusahaan harus bertanggung jawab penuh.

Tanggung jawab yang dimaksut adalah memberikan pelayanan medis kepada yang bersangkutan dan apabila mengalami cacat,wajib hukumnya perusahaan memberikan santunan melalui BPJS Ketenagakerjaan,dan jikalau perusahaan yang bersangkutan belum terdaftar pada dinas ketenaga kerjaan maka pihak perusahaan tempat korban bekerja tetap bertanggung jawab,karena itu menurut Babu, tidak ada tawar menawar dari pihak perusahaan untuk mau melepaskan tanggung jawbnya.

Daniel Babu menambahkan pihak ketenagakerjaan dalam hal ini Disnakertrans harus bisa memfasilitasi persoalan ini, karena hal semacam ini apabila terus menerus dibiarkan maka kasihan dengan para pekerja yang mengalami kecelakaan pada saat bekerja.

Dijelaskannya Dinas ketenagakerjaan harus berperan aktif untuk menuntaskan persoalan-persoalan kecelakaan yang dialami oleh para pekerja sesuai dengan undang-undang yang berlaku agar pihak perusahaan jangan hanya mementingkan keuntungan namun dapat menjamin kenyamanan pekerja dan bertanggungjawb penuh atas keselamatan tenaga kerja yang bersangkutan, karena itu adalah resiko yang wajib dipertanggungjawabkan oleh perusahaan.

“Setau saya sesuai undang-undang ketenagakerjaan perusahaan yang mempekerjakan pekerja tersebut harus bertanggung jawab, apalagi hal tersebut dilakukan sendiri oleh Mas Budi pemilik perusahaan, entah kelalaian atau disengajakan”imbuhnya

Sementara itu pengawas ketenagakerjaan Disnakertrans Kabupaten Rote Ndao Jusuf Domi Adang,S.si ketika dikonfirmasi mengatakan Mas Budi sudah diberikan panggilan dua kali oleh pihaknya untuk dimintai keterangan terkait musibah tersebut,yang mengakibatkan salah satu pekerjanya Daud Hibu mengalami kecelakaan kerja untuk dimediasi namun karena panggilan kedua untuk Mas Budi tidak diindahkan oleh yang bersangkutan maka berkas perkarah tersebut sudah dinaikan ke tingkat penyidikan dan hal tersebut suda dalam pendalaman Penyidik Pegawai Neger Sipil (PPNS)Dinas Nakertrans Propinsi NTT di Kupang.

Domi Adang juga mengatakan, perusahaan yang mempekerjakan korban Daud Hibu tersebut belum terdaftar pada Dinas Nakertrans Kabupaten Rote Ndao maupun BPJS Ketenagakerjaan sehingga menyangkut santunan kecelakaan tersebut pihak BPJS Ketenagakerjaan tidak bisa memberikan santunan terhadap korban,namun santunan wajib diberikan oleh perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja yang bersangkutan dalam hal ini Mas Budi pemilik CV.Hikmah Persada.

Ditambahkan Domi,mengenai musibah kecelakaan tersebut,pihak Nakertrans akan menghitung berapa persen cacat yang dialami oleh korban dan selanjhtnya dihitung biayanya untuk dibebankan pada perusahaan yang mempekerjakan pekerja yang mengalami kecelakaan kerja tersebut. (Tony Adang/RN)

Komentar