oleh

Ini Usulan Untuk Mencegah Rusuh Mako Brimob Terulang

RADARNTT, Jakarta – Seantero negeri ini dibuat gempar oleh kerusuhan di Mako Brimob Kelapa Dua Depok. Narapidana teroris menyerang aparat kepolisian yang bertugas di sana, di Mako Brimob. Akibat kerusuhan ini, 6 orang tewas, 5 dari brimob dan 1 dari tahanan.

Lima polisi yang tewas dalam kerusuhan ini yakni Bripda Syukron Fadhli, Ipda Yudi Rospuji, Briptu Fandy, Bripka Denny, dan Bripka Iwan Sarjana. Kelimanya dianugerahi pangkat luar biasa anumerta karena meninggal saat menjalankan tugas kepolisian negara.

Agar mencegah kejadian serupa terulang kembali, Jappy M. Pellokila, M.Ph (Pendiri dan Ketua Komunitas Indonesia Hari Ini), Ade Ferdijana, SE, MM (Ketua Relawan Cinta Indonesia), dan Netty Sitompul, SH, M.Kn (Ketua Gerakan Damai Nusantara) mengusulkan beberapa hal sebagai langkah preventif agar dapat diperhatikan di waktu-waktu mendatang.

Usulan tersebut terungkap dalam pernyataan pers ketiga tokoh ini yang dikeluarkan di Jakarta pada Rabu, (9/5/2018).

“Kami dalam duka yang mendalam, mengucapkan turut berduka atas gugurnya Bayangkara RI; mereka gugur dalam tugas membela kehormatan Bangsa dan Negara. Kiranya TUHAN, ALLAH Yang ESA memperhitungkan karya dan pengorbanan mereka; serta menghibur dan memberi kekuatan dan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan”, ungkap mereka.

“Tentang mengapa peristiwa tersebut terjadi, kami, tidak mau menyalahkan siapa pun serta beropini mengenai penyebabnya. Namun, sebagai anak bangsa, kami menyesali serta sangat prihatin terhadap peristiwa yang memakan korban tersebut”, tandas ketiganya.

Menurut mereka, terorisme adalah kejahatan yang luar biasa, oleh sebab itu, negara harus memperlakukan dan menghukum mereka secara maksimal, bahkan hukuman mati.

Oleh sebab itu, untuk menghindari peristiwa seperti itu terjadi di belakang hari, ketiganya merekomendasikan beberapa hal berikut : pertama; Napi teroris tidak boleh lebih dari 10 orang pada satu Rumah Tahanan ataupun LP.

Kedua; perlu mekanisme lebih ketat terhadap kunjungan pihak lain ke napi teroris. Ketiga; memeriksa ulang serta memperbaiki sistem keamanan manual dan elektronik di Area Rumah Tahanan Mako Brimob.

Seperti dilansir tribunnews.com bahwa napi mengamuk dan terlibat bentrok dengan aparat kepolisian, Selasa (8/5/2018) malam. Pemicu diduga berawal dari tahanan yang menanyakan soal makanan yang dikirimkan keluarga. (YP/Yolf/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan