oleh

Jacki Uly Dititip Isu Human Trafficking NTT

-News-1.976 views

RADARNTT, Kupang – Drs Yacobus Jacki Uly, M.H, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat/Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia asal Daerah Pemilihan Nusa Tenggara (NTT) 2 mengaku dititip isu perdagangan manusia, human trafficking, yang belakangan banyak menimpah para calon tenaga atau buruh migran yang berniat bekerja di berbagai negara tujuan.

“Saat ini, masalah perdagangan manusia, human trafficking, sangat serius. Oleh karena itu, masalah ini akan kami sampaikan dalam forum Rapat Dengar Pendapat (RDP) atau Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bahkan rapat-rapat kerja gabungan lainnya di Komisi I DPR,” ujar Jacki Uly ketika dihubungi radarntt.co, Rabu, (18/4/2018) usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan belum lama ini.

Selain itu, anggota Komisi I DPR yang membidangi masalah intelijen, pertahanan, dan keamanan ini, juga berjanji menerusan isu perdagangan manusia baik melalui rapat gabungan komisi-komisi terkait, termasuk menyampaikan kepada Fraksi Partai NasDem untuk diteruskan kepada para anggota untuk ditindaklanjuti.

Mery Falo, salah seorang buruh migran yang lama bekerja di Hongkong, dalam kesempatan itu mensharingkan pengalamannya bekerja selama tujuh tahun di luar negeri. Ia mengatakan, masalah perdagangan manusia, human trafficking, selalu dialami para pekerja asal Indonesia di luar negeri. Kasus-kasus perdagangan manusia, pangkal soalnya bukan hanya pada kelemahan pihak perusahaan dalam memberangkatkan para calon tenaga kerja.

“Selama ini, menurut saya kami para calon maupun yang pernah bekerja di luar negeri kurang dibekali dengan kursus atau pelatihan oleh peerintah sebagai bekal bekerja di luar negeri. Melalui Bapak Jacki Uly, kami menitipkan pesan agar kami para calon atau yang sudah bekerja diberi kursus atau pelatihan sebelum bekerja di luar negeri. Dengan demikian, kemungkinan resiko saat bekerja bisa semakin berkurang,” ujar Mery Falo saat berlangsung diskusi yang dipandu anggota DPRD Kota Kupang Yuvensius Tukung.

Jacki Uly mengapresiasi pengalaman yang disampaikan mantan buruh migran Mery Falo yang sudah bekerja selama tujuh tahun dan bisa membantu perekonomian keluarga. Apalagi, menurut Jacki, pengalaman selama tujuh tahun tentu memberi kemudahan seperti penguasaan Bahasa Inggris dan Mandari untuk bekal selanjutnya.

Jacki Uly, anggota DPR dari Fraksi Partai NasDem dan mantan Kapolda Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Utara ini mengaku mengikuti pola migrasi orang-orang NTT ke luar negeri, selama tinggal di Kalimantan Timur tahun 1959-1964.

“Saya tinggal di Kalimantan Timur mengikuti orangtua tahun 1959-1964. Saat ini banyak orang NTT keluar masuk Malaysia menjadi buruh kasar untuk membantu ekonomi keluarga maupun biaya anak-anak yang sekolah atau kuliah. Kasus-kasus human trafficking kala itu memang jarang terjadi. Baru belakangan ini mulai marak. Penyebabnya beragam faktor, terutama sumber daya manusia, regulasi, perusahaan pengerah jasa tenaga kerja dan lain-lain,” ujar Jacki.

Oleh karena itu, pihaknya berjanji menyampaikan kepada kementerian atau lembaga terkait agar masalah buruh migran di NTT mendapat perhatian. Paling kurang perhatian diarahkan melalui penyediaan kursus atau pelatihan di daerah bagi para calon buruh migran, termasuk komitmen anggarannya.

“Saya akan sampaikan akan Pemerintah Pusat membatu Pemerintah Provinsi NTT maupun Pemerintah Kabupaten/Kota di NTT akan membantu menyediakan kurus atau pelatihan di balai latihan kerja di daerah. Bahan kalau anggaran memungkinkan kita dorong Pemerintah Pusat membangun balai latihan kerja di kabupaen atau kota. Hal ini penting karena banyak masyarakat kita cenderung mencari kerja di luar negeri,” kata Jacki. (Yolf/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan