oleh

Kadis Kesehatan Kabupaten Kupang Siapkan Draf Pengunduran Diri

RADARNTT, Kupang—Beredarnya Informasi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang Robert A.J Amheka yang bersiap mengundurkan diri dari jabatannya bukan isapan jempol belaka terkait perseteruan Kepala Dinas Kesehatan versus Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Frans Taloen.

Baru baru ini Robert A.J Ahemka kepada wartawan mengatakan, bahwa bila usulannya terkait rekrutmen pokja tidak diakomodir maka dirinya akan mengundurkan diri sembari menunjukkan draf surat yang ditandatangani (Senin, 16/04/2018).

Seperti yang sudah diulas dalam berita sebelumnya, Robert A.J Ahemka mengusulkan anggota pokja dari kabupaten dan anggota pokja dari propinsi.”Harus combain agar pelaksanaan pengadaan barang/jasa berjalan dengan baik dan tidak seperti yang lalu lalu”, katanya. “Saya tidak mau ambil resiko, kalau didengar mari kalau tidak saya mengembalikan jabatan ini ke Bupati, ini masalah kepercayaan”, tambah Robert.

Dikatakan dirinya sudah membuat telaah staf beserta draf surat pengunduran diri dari kepala jabatan kepala dinas dan hal itu sudah diketahui oleh Bupati Ayub Titu Eki. Ia juga menerangkan hal ini dipicu setelah dalam rekrumen pokja terjadi tarik menarik antara ULP dan dinas teknis dinahkodainya. ‘Saat ini sudah tidak perlu mediasi, tidak ada guna, waktu berjalan terus”, tegasnya.

“kalau hanya orientasi uang saya pasti takut mengundurkan diri, jadi silakan dan itu sikap saya”, kata Robert. Selain itu kadis kesehatan ini merasa kecewa karena hingga saat ini password user ID belum diberikan kepadanya padahal menurutnya DPA sudah ditandatangani.

Dikatakan ULP sepertinya ragu ragu untuk menetapkan pokja yang diusulkan dinas kesehatan terkait pengadaan barang/jasa tahun 2018. Robert A.J Ahemka sempat mengutip berita tentang pernyataan Presiden Jokowi yang tidak akan menganggarkan pembangunan infrastruktur pada tahun 2019 tetapi lebih fokus pada pengembangan sumber daya manusia. “Sayang bila proyek yang ada didinasnya gagal hanya karena rekrumen pokja tidak combain seperti yang saya usulkan”, ujarnya.

Dokter Robert juga menyampaikan himbauan bahwa kita semua baik Timor Asli maupun Timor Amnemat untuk bersama sama membangun Kabupaten Kupang dengan baik dan sungguh sungguh. “Wilayah kabupaten ini sudah heterogen jadi semestinya membangun Kabupaten Kupang secara nyata dan serius, apalagi menyangkut pembangunan Infrastruktur”, ulasnya.

Untuk diketahui hingga saat ini sejumlah proyek besar dalam dinas kesehatan belum tayang dalam LPSE sebagai tarik menarik rekrutmen pokja antara ULP dan Dinas Kesehatan. Padahal menurut Perpres 54/2010 secara tegas dikatakan bahwa yang mengusulkan anggota pokja adalah pengguna anggaran dan ULP menetapkan berdasarkan perintah Bupati dan dalam hal ini kepala dinas yang akan bertanggung jawab atas pengelolaan anggaran tersebut.

Dalam pemberitaan sebelumnya Frans Taloen Kepala ULP Kabupaten Kupang sempat menanggapi, bahwa dirinya sudah menyurati dalam surat resmi kepada kepala dinas kesehatan sebanyak tiga kali terkait rencana pelelangan pengadaan namun tidak ditanggapi. Bahkan disampaikan Frans bahwa kadis kesehatan bersikeras mau melakukan pelelangan melibatkan pokja propinsi.

“Saya tidak memandang siapapun, saya melakukan tugas, silakan anda memakai saya iya, tidak! Itu kewenangan, kalau salah jangan tanya saya”, katanya. Frans sempat menegaskan bahwa  dalam rapat, bupati minta untuk segera memproses. (TIM/RN)

Komentar