oleh

Kemenkes RI, DPR RI dan Dinkes Kabupaten Kupang Lakukan Sosialisasi Di Desa Tunfeu

RADARNTT, Oelamasi – Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang menyelenggarakan kegiatan sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) 2018 yang dihadiri oleh Komisi IX DPR RI Drs. Yulianus Pote Leba, MSi yang merupakan anggota Fraksi Golkar, Sugiarto, SKM, M.Si dari Kementerian Kesehatan RI menjabat sebagai Kepala Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan SDM Kesehatan, Maclon Joni Nomseo, S.IP Pjs Sekda yang mewakili Bupati Kupang, dr Tjokorda Swastika Sekretaris Dinas Kesehatan yang mewakili Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang, Mesakh Dethan Camat Nekamese, Martinus Leonard Leli Kepala Desa Tunfeu, Pendeta Markus Leonupo dan diikuti 200 peserta lain yang berasal dari tim PKK, tokoh Masyarakat, tokoh adat, tokoh gereja, masyarakat Tunfeu, Oelomin dan sekitarnya.

Dalam acara tersebut Panitia Germas Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang membagi-bagikan souvenir berupa kaos, tas dan payung kepada semua peserta sosialisasi.(Senin 14/05/2018)

Seperti yang disaksikan wartawan radarNTT dilokasi, acara tersebut berlangsung di kompleks Gereja Masehi Injili Di Timor Klasis Kupang Barat Jemaat Oemathonis – Noelsinas pada pukul 09,30 Wita, dimulai dengan acara Natoni atau penyambutan secara adat yang dilanjutkan pengalungan selendang adat kepada dua tamu istimewa pada acara tersebut yakni Yulianus Pote Leba dan Sugiarto.

Selanjutnya kegiatan sosialisasi Germas ini dibuka secara resmi oleh Joni Nomseo yang mewakili Bupati Kupang Ayub Titu Eki yang ditandai dengan makan buah semangka secara massal yang diikuti semua peserta sebagai lambang hidup sehat.

Disampaikan pula pada kesempatan itu oleh pihak panitia bahwa buah semangka tersebut adalah produk lokal yang mampu dibudidayakan oleh warga setempat dan mempunyai harga jual yang cukup terjangkau dipasaran.

Selain itu, dalam acara tersebut anggota DPR RI Yulianus Pote Leba diberikan kesempatan memperkenalkan diri kepada masyarakat, karena menurutnya sebagian warga merasa asing melihat keberadaan dirinya diacara tersebut.

Mantan Bupati Sumba Barat periode 2005 2010 ini menjadi anggota DPR RI melalui proses Pengganti Antar Waktu (PAW), bahkan kemarin ia mengaku, dirinya menjadi anggota DPR RI baru 3 bulan, karena dulu saat pileg tidak terpilih karena suara belum cukup.

Kemudian Pjs Sekda Maclon Joni Nomseo yang mewakili Bupati Ayub dalam sambutannya menyampaikan, bahwa kegiatan sosialisasi seperti ini, sudah dilakukan sebanyak tiga kali di Propinsi Nusa Tenggara Timur.

Kata Joni, kegiatan ini merupakan kegiatan tahun ketiga karena sebelumnya di sekitar Manggarai, Adonara Flores Timur dan sekarang di Desa Tunfeu Kabupaten Kupang.

Dalam sambutannya Pjs Sekda tersebut menyebutkan, bahwa masyarakat Kabupaten Kupang yang memiliki BPJS , JKM baru 65 % dan kebanyakan masyarakat yang berprofesi TNI/Polri, PNS, Tenaga Honor dan Tenaga Kontrak sedangkan masyarakat yang berprofesi sebagai petani, peternak dan nelayan hampir 90 %, dan sampai saat ini mereka belum memiliki kartu jaminan kesehatan tersebut.

Hal itu menurut Joni karena alokasi anggaran untuk jaminan kesehatan mengalami kekurangan sekitar 1,5 Milyar lebih. Namun dikatakannya pihak Pemerintah Daerah Kupang optimis untuk mengusahakan menutup kekurangan anggaran jaminan kesehatan tersebut pada tahun 2018 ini.

Pada kesempatan itu Joni mengharapkan kepada semua peserta sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat agar memperhatikan materi materi yang disampaikan oleh para pembawa materi tentang bagaimana cara hidup bersih dan sehat.

Di saat bersamaan ia menyayangkan adanya kejadian oknum petugas kesehatan yang bukan berlatarbelakang medis melakukan pengobatan suntik ilegal dalam satu kejadian. Melihat kondisi tersebut Joni merasa kwatir, takutnya terjadi peristiwa yang diluar dugaan.

“Kamu berani suntik orang gimana kalau mati.” tegur Joni saat itu. (Set/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan