oleh

Kepala BNPP Prov. NTT Bicara Ngada Dan Manggarai Timur

RADARNTT, Kupang – Kepala Badan Pengelola Daerah Perbatasan (BPDP) Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT) Drs. Paulus B. Manehat M. Si Mengatakan  filosofi perbatasan adalah Persehatian.

Selain itu dikatakannya, persehatian adalah musyawarah mufakat yang merupakan pendekatan secara bersama- sama antara kedua belah pihak yaitu Ngada dan Manggarai Timur, sesuai peraturan Kemendagri No 76 Tahun 2012. Berdasarkan SK No 22 dan 73 Menyatakan batas secara administrasi  sudah di tetapkan namun, ada penolakan dari masyarakat, kata Paulus Manehat saat ditemui radarntt di ruang kerjanya, Selasa 20/3/2018.

Persengketaan tanah batas wilayah dua kabupaten itu,  yakni Manggarai Timur dan Kabupaten Ngada, hingga kini belum ada kepastian hukum yang sah.

Sementara Kepala suku BAAR Ibrahim Malik mengatakan pemerintah provinsi NTT di bawah kepemimpinan Frans Lebu Raya di nilai belum mampu menyelesaikan persoalan ini. Kasub Yusub Salam menambahkan, persoalan batas wilaya sudah mempertemukan dua tokoh Agama Katolik, Uskup Ende dan Uskup Manggarai pada tgl 18 agustus 2016 di bawah fasilitator oleh Gubernur NTT. Namun dari hasil pertemuan itu tidak membuahkan hasil kesepakatan untuk kedua belah pihak dan penolakan terus terjadi.

Penyelesaian batas wilayah belum juga selesai atau berakhir namun anggaran juga tidak pernah berhenti untuk menyalurkan ke pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten untuk kedua wilayah.   

Kepala BPDP NTT, Paulus B. Manehat mengatakan untuk anggaran persoalan perbatasan Sangat fluktuatif karena anggaran digunakan untuk berbagai macam  misalnya untuk pertemuan secara adat untuk kedua wilayah.

Paulus mengatakan ini adalah proses yang panjang dan nomenklatur yang sudah di buat mencapai semaksimal mungkin. Tapi dirinya yakin walaupun jabatan Frans Lebu Raya akan berakhir tapi kita tetap berusaha lagi.

Penyelesaian batas wilayah Ngada dan Manggarai Timur memang butuh proses panjang tapi itu semua kembali kepada Pemda Ngada dan Manggarai Timur untuk melakukan mediasi dengan tokoh adat dan toko agama. (Rob/ RN)

Komentar