oleh

Kopdit Kasih Sejahtera Keuskupan Atambua Gelar RAT dan Lokakarya di Betun

RADARNTT, Betun -Penyambutan di depan kantor Polsek Malaka Tengah kepada pimpinan dan seluruh jajaran Koperasi Kredit atau Credit Union (CU) Kasih Sejahtera Keuskupan Atambua, Rabu (24/1/2018) berlangsung cukup meriah dengan iringan grup drum band dari SMA Sinar Pancasila Betun.

Rombongan kemudian diarak menuju Gedung Glory Hall Betun. Di sana, Ketua Puskopdit CU Kasih Sejahtera Keuskupan Atambua, Romo Urbanus Hala, Pr ketika dikonfirmasi awak media mengatakan, bahwa tujuan kedatangan rombongan ini adalah untuk melakukan kegiatan Rapat Anggota Tahunan (RAT).

“RAT ini sebenarnya adalah kewajiban setiap koperasi dimanapun (Indonesia, Red) yang dihimbau oleh menteri koperasi, agar semua koperasi pada akhir tahun wajib melakukan RAT.  Dan untuk kami Kopdit Kasih Sejahtera melakukannya pada tanggal 25-26 Januari 2018.” jelasnya.

Lanjut Romo berkulit sawo matang itu, Kopdit CU Kasih Sejahtera adalah salah satu koperasi simpan pinjam yang terbesar di Indonesia. Dan untuk kegiatan ini,  selain RAT,  pihaknya juga mengadakan lokakarya terkait pemberdayaan anggota CU Kasih Sejahtera.

Selain itu, Ketua PUSKOPDIT BKCU Kalimantan, Marselus Sunardi, S.Pd ketika ditanyai, mengatakan, bahwa CU hadir untuk memberdayakan orang untuk masa depan yang lebih baik.

“CU fokus pada pemberdayaan manusia,  seperti pendidikan,  pengembangan usaha kelompok basis. Dan kita mengharapkan untuk orang bisa menabung teratur, sedikit demi sedikit dari pendapatan usaha-usaha tersebut. Jadi kita menyadarkan orang supaya rajin menabung untuk masa depan mereka yang lebih sehat.” jawab pria yang baru pertama kali datang ke Malaka tersebut.

Sunardi menegaskan, RAT harus menjadi satu bentuk pembelajaran kepada anggota,  agar ber-CU jangan bermental instan, tidak hanya ikut-ikutan, tetapi ber-CU-lah sampai memperoleh manfaat terutama untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.

Lanjutnya yang senang dengan budaya dan keramahan orang Malaka itu, bahwa Kopdit CU pertama kali didirikan di Indonesia pada tahun 1975 oleh Almarhum Romo Carim Albre, Pr. Dan seluruh Indonesia ada 36 Puskopdit dengan 837 CU. Angka ini,  katanya dari tahun ke tahun menurun dengan berbagai alasan tersendiri. (Baurae/RN)

Komentar