oleh

Lahirkan Kader Berintegritas Bagi Gereja dan Bangsa, MKS Kupang Gelar LKTD

RADARNTT, Kupang – Organisasi Gerakan Pembinaan Rohani Muda Katolik Sumba (GPR-MKS) St. Dominikus Kupang, melaksanakan Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar (LKTD), selama tiga hari mulai dari tanggal 22-25 Maret 2018 di Aula UPT Pembibitan Ternak di Tarus Kabupaten Kupang. Dengan Tema” Melahirkan Kader-kader Muda yang berkarakter dan berintegritas yang senantiasa menjadi sayap gereja dan negara”.

Ketua Panitia pelaksana kegiatan Umbu Hery menguraikan jumlah peserta yang ikut selama kegiatan LKTD diikuti oleh puluhan orang,” dalam kegiatan ini ada beberapa materi yang harus  anggota MKS pelajari sehingga kita kelak nanti bisa menjadi pemimpin yang berintegritas dan berkarakter.”tutur Umbu Hery.

Sementara Ketua Umum,  Umbu Agus mengatakan, Kaum muda harus sadar bahwa kemajuan Negara ini ada di pundak kaum muda.

Agus menambahkan, dalam rangka menyiapkan kader yang berintelektual dan berkompeten serta mengembangkan Potensi yang dimiliki oleh kaum muda sehingga kelak nanti menjadi pemimpin yang berkarakter dan berintegritas, maka LKTD sangat diperlukan sebagai pengetahuan dasar.

Lebih lanjut Agus menjelaskan bahwa Kegiatan LKTD ini merupakan kegiatan Formal yang berjenjang dalam organisasi, dengan bertujuan untuk melahirkan pemimpin yg berkarakter dan berintegritas.

“Semoga dengan kegiatan ini kita sebagai kaum muda bisa mengembangkan nilai – nilai Patriotisme sehingga bisa mengkritis setiap persoalan yang ada di negeri ini.” jelas Agus.

Selain itu,  Ketua MKS, mewakili OKP yang juga ketua Umum JMK3 Yandry Amu, mengatakan  bahwa  Seseorang itu tidak diangkat langsung sebagai pemimpin, tetapi harus melalui segala proses yang ada, mulainya dari terbentur, sehingga akhirnya terbentuk.

Kegiatan ini juga dihadiri para senior dan juga dewan pembina yang diwakili oleh Dewan Pembina,  Damianus Praing, juga mengatakkan seseorang menjadi pemimpin itu tidak gampang, karena pemimpin sejati  itu sesungguhnya bukan untuk dilayani tetapi saling melayani. (Yoan/RN).

Komentar