oleh

Masyarakat Kehilangan 200 Triliun Dalam Investasi Bodong, Selama 10 Tahun

Djustini Septiana Deputi Komisioner Pengawasan Pasar Modal I Saat Mengadakan Konferensi Pers

 

RADARNTT, Kupang – Deputi Komisioner Pengawasan Pasar Modal I Djustini Septiana mengatakan, “Pasar modal adalah salah satu cara bagi kita, baik untuk para pencari dana maupun para penyimpan dana banyak untuk bisa saling bertemu. sudah sekian lama ini kita bicara tentang literasi pasar modal namun cenderung sangat rendah dibandingkan dengan literasi perbankan yang jauh sebelumnya.” Hal diatas disampaikannya saat OJK NTT mengadakan konferensi pers.(Kamis/29/11/2018).

“Sedikit kita menepuk dada untuk menggembirakan, walapun rendahnya indeks inklusi nasional yang baru dengan 1,14 persen. Tapi saya merasa senang dan gembira dengan NTT, karena terdapat sebanyak 5.995 investor pasar modal di NTT yang terdiri dari 3.841 investor saham, 1.878 investor reksadana dan 276 investor SBN. Tentu hal ini sangat positif atas peran aktif orang melakukan investasi di NTT dibandingkan dengan kota-kota lain tidak ada sebanyak ini,” kata Septiana.

Ia menilai proyek pariwisata di NTT sangat potensi dan bagus sekali untuk dikembangkan dan nanti ada sarana untuk memanfaatkan pasar modal, kita juga baru saja melaunching penyelesaian transaksi bursa dari T+3 menjadi T+2 menjadi lebih efisien serta memiliki berdaya saing. Sehingga ini merupakan salah satu sarana dalam memudahkan kita untuk melakukan berinvestasi dipasar modal, terangnya.

Kemudian dikatakan Septiana, “Kita juga lagi menyusun peraturan perusahan efek daerah sehingga masyarakat ingin menjadi broker dealer ataupun ingin menjadi agen penjual. kita akan membuka fasilitas dan sarana-sarana
seperti perusahaan efek daerah sebagai bentuk panjang tangan dari OJK untuk memberikan literasi kepada masyarakat.”

Bicara soal tentang literasi kita masih dibawah 4 persen, sedangkan inklusi sendiri lebih rendah lagi yaitu 1,14 persen. Apa yang membuat kekuatiran dalam hal ini adalah penipuan kepada masyarakat. Mungkin kita sering mendengar atau bahkan terlibat langsung dari penjahat- penjahat tersebut, tentu hal ini kita akan bendung bahkan menghapus habis penjahat-penjahat dibidang keuangan, ulasnya.

Ia mengingatkan, Ada dua unsur para penjahat jasa keuangan melakukan iming-iming kepada masyarakat yang memiliki daerah potensi bagi para investasi yaitu pertama. yieldi atau keuntungan dan kedua, pemahaman terhadap legalnya drafting produk tersebut. saya berharap untuk mendeliver apakah produk-produk tersebut benar-benar produk pasar modal atau bukan yang perlu dipastikan dari sisi legalitasnya.

Jadi sering sekali pihak-pihak tertentu mengatakan perusahan kami terdaftar di pasar modal (betul), terdaftar di OJK (betul) dan terdaftar ekspornya (betul), tetapi produknya belum tentu terdaftar hal ini yang menyebabkan terjadinya penipuan, tandas Septiana.

Berdasarkan data yang kami peroleh sudah hampir 200 triliun masyarakat tertipu dengan investasi bodong dalam waktu 10 tahun ini. saya berharap masyarakat NTT jangan ada terjadi seperti ini dengan modus oprani macam-macam, jadi dengan misi kita meningkatkan inklusi dan literasi menjadi penting, pungkasnya. (RO/SET/RN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru