oleh

Menelisik Pembangunan Gudang ‘Tambal Sulam’ SD Inpres Liliba

RADARNTT, Kupang—Pembangunan gudang berkonstruksi tambal sulam di SD Inpres Liliba menurut sebagian guru dinilai unik dilihat dari bentuk dan nyentrik dalam penganggarannya yang diambil dari anggaran dana BOS.

Disebut banyak pihak, keberadaan gudang tambal sulam itu dahulu adalah lorong jalan yang kemudian disulap menjadi gudang dadakan di era Rosina Menoh, dan bangunan itu terletak di antara ruang perpustakaan dan ruang kelas.

Menurut seorang guru di SD Inpres Liliba, bangunan tembok gudang itu hanya dibangun sisi depan dan sisi belakang, sedangkan kedua sisi bagian samping tidak dibangun tembok lagi karena sudah ada tembok pada sisi kiri yakni tembok perpustakaan dan sebelah kanan terdapat tembok ruangan kelas, sedangkan lantai gudang hanya terbuat dari semen kasar.

Menurut data yang diketahui tim radarntt, pembangunan gedung itu menelan biaya hampir 19,8 Juta rupiah, dengan rincian bahan bangunan semen, besi dan lain lain sebesar 9.158.000,- balok kayu 1.990.000,- Batako 1.850.000,- Pasir 660.000,- lubang Angin 70.000,- papan cor 250.000,- kunci 99.500,- dan ongkos kerja menghabiskan biaya sebesar 5.750.000,-, Dalam nota pembelanjaan barang ditulis pembelian sebanyak 65 sak semen, 40 seng, 25 besi ½, 15 batang pipa ¾ dan lain lain

Pembangunan gudang itu menurut beberapa orang guru SD Inpres Liliba dianggap terlampau mahal, karena bangunan tembok gudang tidak dibangun secara keseluruhan melainkan hanya menyambung pada bagian depan dan bagian belakang.

Berdasarkan kuitansi pembayaran ongkos kerja diketahui nama yang bertandatangan menerima uang ongkos kerja pembangunan gudang bernama Ibrahim Betti, yang menurut informasi brstatus penjaga sekolah di SD Inpres Liliba.

Hingga kini pembangunan gudang tambal sulam itu menjadi buah bibir banyak pihak termasuk Koordinator Pengawas Pendidikan Dasar Okto Neitboho yang kabarnya tercengang mendengar informasi itu. “Nanti saja saya cek kebenaran informasi itu di lokasi,” katanya saat dihubungi wartawan via seluler (Rabu 04/07/2018).

Gudang tambal sulam milik SDI Liliba tersebut menurut informasi dibangun pada bulan Agustus pada tahun lalu. (TIM/RN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru