oleh

Menyongsong Dies Natalis Ke – 4, Cakrawala Pendidikan NTT Selenggarakan Berbagai Kegiatan Ilmiah

Pemimpin Umum Agustinus Rikarno (Tengah Berbaju Merah) Saat Memberi Keterangan Pers

 

RADARNTT, Kupang – Dalam menyongsong perayaan Dies Natalis ke-4 Media Cakrawala Pendidikan, berbagai kegiatan digelar seperti seminar nasional dan bedah buku.

Kegiatan akan dihadiri 300 sekolah di NTT yang menjadi sekolah dampingan cakrawala pendidikan, komunitas literasi dan kampus-kampus. Dalam kegiatan ini cakrawala pendidikan bekerja sama dengan LPMP (Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan) dan Dinas pendidikan Provinsi NTT, acara berlangsung besok pada Tanggal 23 November 2018 di Kantor LPMP NTT.

Pimpinan Umum Cakrawala Pendidikan Agustinus Rikarno mengatakan, “Tujuan kegiatan untuk meningkatkan mutu pendidikan NTT untuk NTT bangkit dan sejahtera dengan menghidupkan literasi dikalangan guru dan peserta didik.”

Di usia yang ke- 4 tahun hadir sebagai media pendidikan banyak dinamika yang terjadi. Bicara tentang pendidikan menjadi suatu telaga yang sangat luas yang kita tidak bisa langsung mengeksekusi suatu hal tanpa melibatkan hal lain, tuturnya.

Menurut Rikarno, “Bicara tentang mutu misalnya tidak terlepas dari kesejahteraan guru, sarana prasarana dan dukungan masyarakat, menjadi suatu hal yang kompleksĀ  dalam dunia pendidikan.

Ketika kita masuk ke sana banyak orang khususnya orang NTT, belum berpikir tentang efek dari literasi pendidikan untuk sekian tahun kedepan, mereka tidak tahu tentang apa yang kita buat hari ini, pada hal literasi pendidikan sangat bermanfaat dan penting. Sehingga tema yang kami angkat berbaring dengan tagline ‘Gubernur Literasi Menuju NTT Bangkit dan Sejahtera’ dan barang tentu literasi bukan satu-satunya menjadi NTT bangkit dan sejahtera tentu ada hal lain, tukasnya.

Lebih lanjut dikatakannya, Dari hasil yang kami temukan dilapangan khususnya di lingkungan pendidikan, ada banyak persoalan yang sama yaitu minimnya peserta didik dan guru dalam membaca dan menulis sangat lemah. Mari kita liat di Kota Kupang ada beberapa sekolah yang mempunya mading (majalah dinding) kalau pun ada, papan madingnya rutin tidak ada tulisannya, mari kita liat juga perpustakaan ada tidak pengunjung itu fakta yang selama ini.

“Terakhir ada fenomena sangat mengejutkan beberapa toko buku yang sudah tertutup, sebut saja salah satu toko buku suci,” pungkas Rikarno. (RO/SET/RN)

Komentar