oleh

Mervin Sadipun Siap Pimpin Pemuda Katolik

                                                       Mervin Sadipun Komber. B-131 Provinsi Papua Barat

RADARNTT, Kupang – Tokoh muda nasional Mervin Sadipun Komber, menyatakan diri siap memimpin Pemuda Katolik dan akan maju sebagai kandidat ketua umum dalam Kongres XVII Pemuda Katolik (PK) yang akan berlangsung 7-9 Desember 2018 di Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Sosok muda yang sedang menyelesaikan kuliah Doktor ini dinilai sebagai figur yang tepat untuk menahkodai Pemuda Katolik tiga tahun kedepan.

Rekam jejak kepemimpinannya menunjukan kapasitas dan kualitas yang dinilai matang dan siap memimpin Pemuda Katolik se-Indonesia dalam berkontribusi membangun bangsa.

“Berbicara tentang peran dan kepemimpinan pemuda dalam mengupayakan perwujudan kesejahteraan umum, Mervin adalah salah satu figur tepat bagi orang muda Katolik,” ujar Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Pengurus Pusat Pemuda Katolik Periode 2012-2015, Yeriko Fernando dalam rilis resmi di Kupang, Jumat 7 Desember 2017.

Setelah menyelesaikan kepemimpinannya sebagai Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat PMKRI Periode 2006-2008, Mervin dipercayakan masyarakat Papua untuk menjadi Senator dari Provinsi Papua Barat di DPD RI sejak 2009 hingga saat ini. Selama berproses di parlemen, Mervin dipilih menjadi pimpinan pada berbagai alat kelengkapan di DPD dan MPR RI. Saat ini Mervin menjadi Ketua Badan Kehormatan DPD RI dan tercatat sebagai Ketua Badan Kehormatan termuda dalam sejarah Parlemen Indonesia.

Anggota Dewan Pakar PP Pemuda Katolik itu dalam Kongres kali ini, Mervin dihitung sebagai salah satu kandidat yang mumpuni dan tepat untuk menahkodai organisasi PK ini.

“Mervin adalah figur yang kuat dan komplit untuk memimpin Pemuda Katolik saat ini,” tambah Dewan Pakar Pemuda Katolik Komisiariat Daerah Sulawesi Utara Emmanuel Tular, yang menyatakan dukungannya.

Sebagai salah satu organisasi kader terbesar di negeri ini, Pemuda Katolik memiliki tanggung jawab yang tidak sedikit dalam rangka berkontribusi dalam pembangunan baik negara, maupun gereja. Kepemimpinan yang tidak diseleksi secara objektif hanya akan menjadikan Pemuda Katolik tidak lebih dari organisasi ‘papan nama’ semata. (TIM/RN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru