oleh

Meski Diguyur Hujan, Ribuan Massa Hantar Paket Lontar Mendaftar ke KPU Rote Ndao

RADARNTT, Ba’a – Ribuan massa pendukung yang datang dari berbagai wilayah di Kabupaten Rote Ndao, mengantar calon Bupati dan Wakil Bupati Rote Ndao periode 2018-2023 Bima Theodorius Fanggidae, MBA dan Drs. Erenst S.Z. Pella. Msi (paket Lontar), prosesi dimulai dari sekretariat paket Lontar di Kelurahan Busalangga menggunakan sepeda motor dan mobil menuju Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Rote Ndao, Rabu (10/1/2018) sekitar pukul 13:30.

Meskipun ditengah guyuran hujan lebat, tidak menyurutkan niat mereka untuk ikut mendaftarkan kandidat idola mereka sebagai peserta yang ikut bertarung dalam pesta Demokrasi 2018.

Setibanya di kantor KPU Rote Ndao, berkas paket Lontar diserahkan kepada komisioner, setelah melakukan identifikasi dokumen, ketua KPU Rote Ndao Berkat N.F. Ngulu mengumumkan bahwa berkas syarat calon dan syarat pencalonan paket Lontar dinyatakan lengkap dan selanjutnya akan mengikuti test kesehatan di Rumah Sakit Prof.Dr.W.Z.Yohanes Kupang.

Seusai melakukan pendaftaran, Ketua tim koalisi koalisi partai Gerindra, Demokrat dan PAN, Petrus Johanis Pelle yang juga wakil ketua DPRD Kabupaten Rote Ndao, kepada wartawan mengatakan bahwa hari ini Rabu, (10/1/2018) koalisi partai telah mendaftarkan calon Bupati dan Wakil Bupati paket Lontar.

Dia yakin paket Lontar akan menang, keyakinannya terbukti hari ini oleh KPUD bahwa paket Lontar telah memenuhi persyaratan calon dan pencalonan dan lolos ke tahap berikutnya. “Kami yakin paket Lontar menang dalam pertarungan pilkada 2018, orang cerdas pasti pilih yang cerdas paket Lontar”, ujar Pelle.

Sementara itu, calon Bupati paket Lontar Bima Theodorius Fanggidae MBA, mengatakan, jika terpililih nanti pihaknya lebih mengharapkan masukan dari masyarakat, untuk memberikan masukannya kepada pemerintah daerah tentang bidang-bidang apa saja yang perlu di ekspos menjadi program prioritas pembangunan, contohnya bidang pariwisata di Rote banyak yang belum digarap, banyak pantai-pantai yang luar biasa indahnya dan tidak cuma pariwisata tapi budaya juga perlu diekspos karena itu juga bagian dari pariwisata.

“Sebenarnya banyak potensi yang bisa digarap, bukan cuma Nemberala tapi ada wisata budaya, wisata Religi, wisata Laut yang belum tersentuh. Namun, saya akan lebih menekankan kepada pariwisata berbasis komunitas yaitu kita memakai masyarakat menjadi bagian dari pariwisata itu sendiri”, ungkap Bima Fanggidae.(Tony Adang/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan