oleh

Meski Sempat Mangkrak Gedung Latnakes Akan Dilanjutkan

-News-1.978 views

RADARNTT, Kupang – Proyek Pembangunan Gedung UPTD Latihan Tenaga Kesehatan  atau yang disingkat Latnakes tahun anggaran 2017 dengan nilai 7, 1 Milyar Rupiah sampai hari ini belum ada kejelasan untuk melanjutkan pekerjaan tersebut.

Menurut Klemenes Kesule Hala Plt Kadis Kesehatan Provinsi NTT kepada RadarNTT di ruang kerjanya, bahwa pembangunan Gedung Latnakes hanya mencapai 10 persen saja dari anggaran 7,1 Milyar (Senin 07/05/2018).

Selanjutnya dikatakan Klemenes pihak dinkes sudah melakukan pemanggilan sebanyak tiga kali kepada kontraktor  CV Citra Timor Mandiri namun tidak pernah hadir, sehingga dirinya menghentikan pembangunan yang ada. “10 persen dari hasil pembangunan fisik yang di kerjakan oleh CV Citra Timor Mandiri pihak latnakes harus mengeluarkan sekitar 20 persen dari anggaran 7, 1 M untuk pembayaran kontraktor”, ujar Klemenes.

Kemudian ia menambahkan, hasil audit BPK dan Inspektorat tidak menemukan indikasi kerugian Negara. “Seluruh berkas audit diserahkan ke DPRD Propinsi NTT, untuk dimasukan ke Banggar”, ujar Plt Kadis Kesehatan.

Hal tersebut dilakukan dinasnya karena gubernur mendesak proyek pembangunan Gedung Latnakes senilai 7, 1 M tahun anggaran 2017  tetap harus dilanjutkan. “Perihal bahwa untuk mendukung fasilitas pelatihan tenaga kerja kesehatan di NTT, Anggaran 7,1 M Untuk  pembangunan gedung latnakes tahun 2017 sebanyak  7,1 M dimungkinkan ada penambahan lagi anggarannya tahun 2018 ini, kata Klemenes.

Acep Effendi, selaku Tim Teknis PPK Dinas Kesehatan Provinsi NTT di ruang kerja Plt Kepala Dinas Kesehatan menjelaskan tentang proses pembangunan gedung Latnakes pada Tahun Anggaran 2017 sebanyak 7,1 Milyar dikerjakan oleh  kontraktor CV Citra Timor Mandiri tetapi sudah di-PHK pada tanggal 22 Desember 2017 karena tidak mencapai target.

Dan sesuai dengan regulasi pihak PPK sudah memberikan sosmeting (teguran) tiga kali sesuai peraturan. “Kita sudah PHK sebelum masa kontrak kerja yang disepakati habis, untuk meminimalisir anggaran negara”, tegas Acep. (Rob/RN).

Komentar