oleh

NTT Butuh Lompatan Jauh Pembangunan

-News-1.770 views

RADARNTT, Kupang – Pergulatan politik Pilkada Gubernur/Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) yang hari ini Selasa, (3/7/2018) memasuki hari keenam pasca pencoblosan, dan sudah bisa dipastikan pasangan calon Viktor Laiskodat dan Josef Nae Soi menjadi pemenang, yang akan ditetapkan menjadi Gubernur/Wakil Gubernur NTT periode 2018-2023.

Mencermati suasana politik pasca Pilkada, Pengamat Ekonomi Vincent Gasperz berpendapat bahwa NTT membutuhkan lompatan jauh ke depan dalam hal peningkatan kinerja yang dalam bahasa manajemen kualitas disebut sebagai systematic and dramatic performance improvement.

“Saya tidak mengenal Viktor Laiskodat dan belum ada track record (rekam jejak) di bidang eksekutif pemerintahan, sehingga butuh pembuktian ketika menjabat 1 atau 2 tahun. Tetapi jika melihat bahwa yang bersangkutan adalah orang tegas dan success dari bawah (mulai dari nol), maka ada harapan perubahan bagi NTT”, kata Vincent Gasperz kepada awak media, Selasa, (3/7/2018).

Dosen Pasca Sarjana Magister Manajemen Unika Widya Mandira Kupang ini, menyarankan agar kepemimpinan baru NTT di tangan Viktor Laiskodat dan Josef Nae Soi agar memperhatikan sektor pendidikan sebagai fokus utama dan pertama yang harus dibenahi.

“Pendekatan yang cocok untuk memecahkan masalah pembangunan sumber daya manusia di NTT, adalah mengintegrasikan bidang-bidang ekonomi, pendidikan dan pelatihan, serta kesehatan dan gizi secara terpadu (terintegrasi) dalam kerangka pendekatan sektoral (sektor-sektor produksi) dan pendekatan regional (kabupaten-kabupaten, kecamatan-kecamatan, dan desa-desa) secara utuh sebagai satu sistem perekonomian berbasis koperasi-koperasi yang mencapai skala usaha ekonomis (economies of scale) dan ruang lingkup ekonomis (economies of scope)”, tegasnya.

Kedua pendekatan ini, sektoral dan regional harus diterapkan secara bersama, ungkapnya, dengan demikian model desain, perencanaan, implementasi, pengendalian, dan peningkatan terus-menerus pembangunan di NTT harus selalu mengaitkan dimensi sektoral (sektor-sektor produksi) dengan dimensi spasial/ruang (kabupaten-kabupaten, kecamatan-kecamatan, dan desa-desa).

Dia juga menyarankan semua kebijakan PEMDA (Pemerintah Daerah) NTT harus berorientasi pada peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat, pendidikan dan pelatihan masyarakat, serta kesehatan dan gizi masyarakat secara terintegrasi dan terpadu dalam kerangka pendekatan pembangunan sektoral dan regional di atas dalam wadah koperasi-koperasi yang mencapai skala usaha ekonomis dan ruang lingkup ekonomis.

“Berkaitan dengan kebijakan peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat, maka harus ditumbuhkembangkan perekonomian regional melalui memprioritaskan pengembangan sektor-sektor produksi yang memiliki dampak pengganda pendapatan (income multiplier effect) dan kesempatan kerja terbesar (employment multiplier effect). Semua sektor-sektor produksi yang memiliki karakteristik pengganda pendapatan dan kesempatan kerja ini diakomodasikan ke dalam wadah koperasi-koperasi yang memenuhi skala usaha ekonomis dan ruang lingkup ekonomis”, imbuh Konsultan Industri dari R&G Global Amsterdam Belanda.

Ia mengatakan kebijakan pendidikan dan pelatihan harus diarahkan agar sistem pendidikan dan pelatihan mampu memberikan pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja lokal, nasional maupun internasional.

Sedangkan kebijakan kesehatan dan gizi harus memberdayakan masyarakat agar memelihara lingkungan hidup yang sehat dan bersahabat dengan alam sehingga mempertimbangkan sistem manajemen lingkungan yang berkelanjutan.

“Program-program pembangunan sumber daya manusia harus berkaitan dan bersinergi dengan aspek lingkungan di mana masyarakat itu berada sesuai dengan potensi wilayah dalam sektor-sektor produksi yang tergabung dalam sistem perekonomian wilayah berbasis koperasi-koperasi yang mencapai skala usaha ekonomis dan ruang lingkup ekonomis”, pungkasnya. (Tim/RN)

 

 

Komentar