oleh

Partai Hanura Mengutuk Aksi Bom Bunuh Diri Di Surabaya

-News-1.891 views

RADARNTT,  Jakarta – Direktur Eksekutif DPP Partai Hanura, Djafar Badjeber mengutuk keras peristiwa bom di Surabaya yang terjadi pada Minggu (13/5) sekitar pukul 7.45 Wib.

Dalam keterangan tertulis, Djafar Badjeber menyebut saat ini keharmonisan dan ketenangan masyarakat Indonesia saat ini sedang diganggu dengan tindakan bom bunuh diri.  “harmonisasi dan rasa tenang di tengah masyarakat kita kembali diganggu dengan cara yang sangat biadab. Peristiwa Bom di Tiga Gereja sekaligus yakni Santa Clara, Jln. Ngagel, GKI Jln. Diponegoro, dan GPPS  Jln. Arjuna, Kota Surabaya sungguh sangat kami sesalkan. Akibat peristiwa ini terdapat korban meninggal dunia dan luka-luka dari saudara kita,” ujarnya Minggu (13/5/2018).

Menurutnya, apapaun alasan pelaku untuk melegalkan aksi ini tidak bisa dibenarkan, “tindakan ini tidak dapat dibenarkan sama sekali. Jelas Ini adalah teror yang sengaja dilakukan oleh kelompok tertentu untuk menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Kelompok atau perorangan yang melakukan pengeboman ini merupakan perbuatan manusia-manusia biadab yang tidak beradab,  yang tidak berhati nurani, tidak memiliki perasaan, dan kejam. “Atas dasar itu kami mengecam dan mengutuk dengan “keras” perbuatan ini,” ujarnya.

Pentolan Partai Hanura inu menyebutkan jika Modus ini sudah bisa ditebak, kelompok mana yang melakukan aksi ini. Ini perbuatan pengecut yang sengaja membuat kekacauan sehingga sesama umat beragama saling curiga satu sama lain, sehingga menimbulkan kesan seakan-akan pemerintah tidak mampu memberi perlindungan kepada masyarakat. Akibatnya pemerintah kehilangan kepercayaan dimata masyarakat.

“Dalam hal ini kita percayakan kepada Polisi untuk segera mengusut tuntas, mengejar, dan menangkap para pelaku dan aktor intelektual dibalik peristiwa ini dalam waktu yang tidak terlalu lama,” ujarnya.

“Terhadap semua kejadian dan musibah di atas, melalui kesempatan ini, kami ikut bela sungkawa sedalam-dalamnya atas mereka yang meninggal dunia dan yang luka-luka, dan kami masih menunggu perkembangan yang terjadi di tiga Gereja tersebut,” ujarnya

Laporan: Saverinus Suryanto

Komentar