oleh

Pastikan Tak Ada Fee Proyek, Pengusaha Diminta Gunakan untuk CSR

-Daerah, News, Sikka-1.634 views

RADARNTT, Maumere – Bakal Pasangan Calon Gubernur/Wakil Gubenur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dan Yosesf A. Nae Soi (Victory-Joss) berjanji mereka tidak akan menerima fee proyek apapun dari pengusaha, sebaliknya pengusaha diminta memanfaatkannya sebagai dana corporate social responsibility (CSR) guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Janji ini disampaikan di hadapan sesepuh politik NTT, mantan Ketua DPRD NTT dan Ketua DPD I Golkar NTT, Drs. Daniel Woda Pale pada Selasa, (30/1/2018) di Maumere-Flores.

Hal ini ditegaskan bakal calon wakil gubernur Yosef A. Nae Soi bahwa ia bersama Viktor tidak akan mempraktikkan kerja dengan budaya fee, tanpa KKN. “Tidak ada lagi fee proyek, lebih baik fee proyek itu oleh pengusaha diberikan dalam bentuk CSR untuk membangun NTT. Saya yakin kalau niat ini terkabul NTT akan berubah menjadi lebih baik dari saat ini”, ungkap Nae Soi.

Karena praktek meminta jatah fee, lanjutnya, sebesar 5, 10, 20 persen dari nilai proyek tertentu yang menurut rilis Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), seperti diungkapkan Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif bahwa, permintaan fee hampir 10 persen tampaknya menjadi norma umum pada proyek-proyek pemerintah.

“Kebanyakan memotong uang dari proyek itu rata-rata hampir 10 persen. Jadi 10 persen ini kelihatannya menjadi norma umum dari setiap anggaran pemerintah,” kata Syarif, saat jumpa pers dalam dugaan suap Wali Kota Batu, di gedung KPK Kuningan, Jakarta, Minggu (17/9/2017) sebagaimana dilansir Kompas.com.

Jadi bisa dibanyangkan bagaimana kualitas bangunan atau pengadaan barang dan jasa yang dipakai, jika pemerintah dengan lancangnya meminta fee sampai sebesar itu. “Oleh karena itu, dalam memimpin NTT Victory-Joss berkomitmen teguh untuk tanpa fee dan KKN”, tegas Nae Soi. (Yolf/RN)

Komentar