oleh

Patuhi Aturan KPUD, Bima Fanggidae Tarik Berkas Ijazah, Selamatkan Verifikasi

-News-1.604 views

RADARNTT, Ba’a – Calon Bupati Rote Ndao Bima Theodorius Fanggidae, M.Ba menjunjung tinggi dan patuhi aturan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD)Rote Ndao Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai panitia penyelenggara Pemilukada dalam verifikasi kelengkapan berkas pasangan calaon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati yang siap bertarung pada pilkada serentak 27 Juni mendatang, terpaksa harus mengajukan surat penarikan berkas yang merasa tidak memenuhi syarat KPU yakni ijasah S1 dan S2 yang dikabarkan belum legalisir cap basah sebagai keabsahan sebuah dokumen.

Penarikan berkas Ijazah dari KPUD, kata Bima Fanggidae yang dihubungi radarntt.co via telepon genggamnya, Rabu 31/01/2018 pukul 18.11 wita, merupakan suatu sikap kepatuhan terhadap aturan KPU sebagai penyelenggara Pilkada, selain itu ada standar minimal pendidikan, sehingga dirinya mendaftar sebagai calon Bupati dari paket Lontar menggunakan Ijazah SMA.

Politisi yang doyan bersahaja dengan masyarakat ini, mengakui kalau dirinya tidak siap dengan limit waktu yang ditentukan KPUD untuk memenuhi syarat dokumen ijazah yang belum dilegalisir cap basah tersebut, sehingga dia lebih memilih untuk menarik berkas sebelum penetapan Paslon, “kalau ikut waktu tiga hari yang ditentukan oleh KPUD saya rasa ini cukup sulit untuk memenuhi syarat tersebut, sehingga biarlah menggunakan ijazah SMA untuk mendaftar di KPU,” tutur Bima.

Bima Fanggidae yang berpasangan dengan Erens S.Z Pella ini, juga mengatakan bahwa kedua ijazah yang dikabarkan tidak dilegalisir cap basah tersebut ternyata sudah dikantonginya saat ini, baik yang legalisir cap basah, asli dan trankrip nilai, bahkan dirinya mengaku kalau berkas dokumen tersebut sudah ditunjukan ke KPUD, cuman dirinya terlanjur ajukan surat penarikan berkas terlebih dahulu.

“Semua berkas ijazah tersebut sudah ada, baik aslinya maupin yeng dilegelisir cap basah serta trankrip nilai bahkan KPUD juja sudah liahat semuannya, hanya saja saya terlanjut tarik berkas lebih dulu,” terang Bima.

Sementara respon masa pendukung paket Lontar terkait polemik yang beranggaban Fibur calon Bupati mengantongi ijazah S1 dan S2 palsu itu, Bima menjelaskan bahwa itulah dinamika politik sehingga Paket Lontar menerima hal ini dari sisi posetifnya, apapun yang dikatakan publik tentang legalitas pendidikannya tidak akan membuat dirinya surut untuk bertarung demi kepentingan masyarakat Rote Ndao dan rasa ingin perubahan pembangunan di derah itu. (Tony Adang/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan