oleh

Pemberitaan Skandal Dana BOS SD INPRES Liliba Disikapi Positif Pemkot Kupang

Hermanus Man Wakil Walikota Kupang

RADARNTT, Kupang—Rentetan sejumlah fakta yang diberitakan media radarntt menyangkut adanya dugaan penyelewengan pengelolaan dana BOS di SD Inpres Liliba, akhirnya mendapat tanggapan serius dari Pemerintah Kota Kupang.

Wakil Walikota Kupang Hermanus Man yang dihubungi wartawan via seluler mengatakan, “Kami akan audit, kalau ada indikasi penyalahgunaan dana BOS, akan harus dikembalikan dan yang bersangkutan dikenai hukuman disiplin.”

Menanggapi isu santer pencopotan Kepala Sekolah SD Inpres Liliba Rosina Menoh, Wakil Walikota menegaskan, “ Sudah saya perintahkan jangan copot dulu, biar lancar auditnya.” (Rabu 11/07/2018).

Dukungan terhadap sikap Pemerintah Kota Kupang untuk segera menuntaskan masalah dugaan skandal diatas juga muncul dari Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Kupang Yuvensius Tukung.

Kepada media ini Yuvensius via whatsapp mengatakan, “Kita mendukung apa yang disampaikan pak wakil walikota dan komisi belum membicarakan hal ini karena masih konsentrasi pada agenda lain.”

Kemudian ia menambahkan, “Saya juga dapat kabar dari teman wartawan media lain perihal beberapa sekolah dan saya berharap ini dibukakan semuanya, dan pemerintah mesti investigasi semuanya, ini menjadi preseden buruk kalau beberapa sekolah terjadi hal yang sama.”

Selanjutnya Anggota DPRD dari Fraksi Nasdem ini juga menjabarkan, “Berarti ada yang perlu segera dibenahi dalam sistem pengelolaan keuangan Dana BOS, harus ada transparansinya.” Dirinya berharap, kepala sekolah hati hati dalam mengelola dana dan harus dengan benar, sebab mereka tahu akibat dampak hukumnya jika terjadi penyelewengan.

RKAS Revisi Siluman Tanpa Melibatkan Tim BOS Sekolah dan Dewan Guru.

Menyangkut informasi adanya pertemuan Kepala Sekolah Rosina Menoh dengan pengurus Komite Sekolah SD Inpres Liliba pada Hari Senin yang lalu Tanggal 9 Juli 2018, Yuvensius yang juga menjabat Wakil Ketua Komite menandaskan, “Saya berhalangan hadir dalam pertemuan dan memang diundang oleh kepala sekolah dengan agenda pembentukan panitia pembangunan RK baru, seingat saya sempat juga ditunda ke hari kemarin karena ketua komite juga berhalangan dan saya belum tahu hasilnya.” (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan