oleh

Pemerintah Tanggulangi Defisit BPJS Kesehatan Pakai Pajak Rokok

RADARNTT, Jakarta – Penetapan Peraturan Menteri Kesehatan No. 53 tahun 2017  pada 13 November 2017 menggantikan peraturan sebelumnya No. 40 tahun 2016 tentang petunjuk teknis penggunaan pajak rokok untuk pendanaan pelayanan kesehatan masyarakat telah membuat organisasi profesi mengambil langkah bijak untuk melihat secara subtansial dan keberpihakan pada aturan terhadap masyarakat.

Melalui diskusi yang dibangun beberapa waktu lalu di Sekretariat IAKMI (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia) Pusat bersama pihak Cukai Rokok, dimana terdapat perubahan Permenkes ini diakibatkan oleh defisit yang terjadi pada pemerintah akibat besaran iuran dibawah Sistem Jaminan Sehat Nasional.

Ketua Pengurus Pusat IAKMI Pusat, Dr. Ridwan M. Thaha, M.Sc bersama Pengurus Pusat yang hadir dalam diskusi itu mengusulkan untuk melakukan pendekatan budaya, untuk merubah perilaku perokok aktif pada kategori masyarakat menengah kebawah dan remaja dengan menggunakan strategi pengumpulan data berupa dokumentasi untuk memberikan penjelasan mengenai dampak dari diberlakukannya Permenkes tersebut.

Selain itu, IAKMI akan melakukan pendekatan kepada setiap kepala daerah dan legislatif untuk dilakukan cros check secara bersama bahkan jika tidak bisa juga akan menempuh jalur hukum ke Mahkamah Agung agar peraturan ini secepatnya dibatalkan.

Hal ini senada dengan Yulitha M. Lende, Presiden Pengurus Nasional PAMI (Pergerakan Anggota Muda IAKMI) yang dikonfirmasi via telepon Jumat, (5/1/2018) menyampaikan kekecewaannya terhadap pemerintah yang telah menetapkan Permenkes No. 53 tahun 2017.

Padahal menurutnya aturan ini bukanlah solusi jangka panjang atas masalah defisit yang dialami oleh BPJS, justru Permenkes No. 40 Tahun 2016 yang sesungguhnya harus lebih dioptimlkan oleh pemerintah agar melakukan pemberdayaan kepada masyarakat untuk melaksanakan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan memaksimalkan anggaran pajak rokok sebesar 75% kepada aspek preventif dan promotif  demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. (Yoan/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan