oleh

Pemkab Kupang Diduga ‘Makan’ Lahan Warganya.

RADARNTT, Kupang- Warga Babau Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Thomas Richard Fangidae yang akrab dipanggil Thom, merasa kesal lahan miliknya seluas 25 ha , yang saat ini digunakan sebagai arena pacuan kuda oleh Pemkab Kupang melalui Dinas Pariwisata ‘dicaplok’ Pemkab Kupang, secara sepihak sejak tahun 1994.

Hal ini dikatakannya kepada tim wartawan radarntt, Sabtu, 10/3/2018 yang secara khusus melakukan investigasi, terkait rumor yang beredar bahwa ada bangunan Pemerintah  yang didanai dana APBD dibangun diatas lahan milik masyarakat.

Thom menceritakan tanah tersebut dikuasai dan digarap oleh tiga marga,yakni Fangidae, Adat, dan Palat sejak tahun 1964, hal itu dibuktikan IPEDA tahun 1977 – 1983, PBB 1986 – 2018, serta tanaman jati yang ditanam dari tahun 1977  dan dibuktikan dengan dokumen foto foto di lokasi.

“Jadi  kami omong soal status tanah itu milik kami tidak sembarang.” tandas Tom Fangidae dengan nada geram.

Dirinya pernah mengajukan protes dalam bentuk surat telaah tertanggal,  23 Desember 1997, terkait penyerobotan tanah miliknya oleh Pemerintah Kabupaten Kupang, namun oleh pihak Pemkab Kupang tidak merespon terhadap dirinya.

Pada tahun 2005 Tom menegaskan dirinya pernah membuat surat pembatalan pematokan dan penanaman pilar diatas tanah  milik tiga marga tersebut terhadap Pemkab Kupang. Namun dijawab oleh Asisten 1 kala itu, “Silakan Pak Thom Gugat Saja.” ungkap Thom ikuti kata Asisten 1 kala itu.

Setelah itu pada Tahun 2006 Thom Fangidae bersurat lagi kepada Pemkab Kupang untuk tidak memproses sertifikat tanah tersebut karena tidak ada pelepasan hak dari ke tiga marga tersebut.

Untuk dimetahui, dalam waktu dekat dirinya nekat dan segera menggugat Pemkab Kupang terkait penyerobotan lahan tersebut. (Tim Radar NTT).

Komentar