oleh

Pengacara Berinisial AF Di Kota Kupang Dilaporkan Ke Polisi

RADARNTT, Kupang – “Kesabaran setiap orang pasti ada batasnya” pepatah ini mungkin berlaku bagi Kudji Pellokila Herewila bersama keluarga besarnya, yang akhir akhir ini merasa tidak nyaman dan prihatin terhadap sejumlah informasi meresahkan yang diposting, dan disebarkan melalui media sosial oleh akun yang diduga milik mantan pengacaranya berinisial AF, yang berkedudukan di Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur berujung ke polisi.

Informasi dilaporkan AF ke polisi terkuak saat pihak Kudji Herewila memberikan keterangan pers bersama pengacaranya di RM Persada di Jalan Herewila, setelah selesai menghadiri tahapan sidang mediasi di Pengadilan Negeri Kota Kupang (Rabu 11/07/2018).

Untuk diketahui AF yang berstatus terlapor pernah mempunyai hubungan kerja dalam mengurus persoalan Kudji Pellokila Herewila cs selaku salah satu ahli waris dalam masalah perdata warisan di Pengadilan Negeri Oelamasi dimana Pengacara AF sebagai Penasihat Hukum Kudji Herewila.

Mantan Pengacaranya ini terpaksa dilaporkan Kudji Pellokila Herewila cs ke polisi dengan atas perbuatan penghinaan melalui media social (facebook). Laporan tersebut diterima pihak Kepolisian dengan surat nomor : STPLI/37/VI/2018/Ditreskrimsus, tanggal 08 Juni 2018 jam 14.00 wita.

Dalam STPL berbunyi telah menginformasikan terjadi dugaan tindak pidana penghinaan dan pencemaran nama baik melalui media social facebook sebagaimana diatur dalam pasal 45 ayat(3) jo Pasal 27 ayat (3) Undang Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang perubahan atas Undang Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik,
Kudji Pellokila Herewila, menjelaskan bahwa ada beberapa hal yang dilakukan AF disaat putusan perkara telah berkekuatan hukum tetap, dari situlah bermula sikap AF diluar kesepakatan pihaknya sebagai pemberi kuasa dan AF sebagai penerima kuasa. AF mulai sering menelpon dirinya dan saudara serta anaknya untuk meminta biaya biaya yang tidak pernah ada dalam kesepakatan lisan maupun tertulis antara Kudji Pellokila Herewila CS dan AF.

“AF sering menelpon saya dan saudara-saudara maupun anak saya, kami merasa terganggu sehingga pada tanggal 31 Mei 2018 kami mengirimkan Surat Pencabutan Kuasa Kepada AF, dari situlah AF memuat status di Facebook yang menjurus penghinaan kepada saya, meski tidak menyebutkan nama saya secara pribadi namun dalam status facebook AF telah menyebutkan nomor surat kuasa yang telah diberikan saya dan saudara saya kepada AF.”tutur Kudji.

Lebih lanjut Kudji menjelaskan, bahwa ia dan keluarganya merasa terhina akibat status facebook yang dimuat pada akun pribadi AF dan dibagikan pada grup FB yang cukup tenar. Selain itu ia juga merasa dirinya sangat terganggu konsentrasinya sebagai seorang dosen dan ibu rumah tangga.

Maka dari itu demi terjaganya situasi yang kondusif dilingkungan keluarga besar Kudji Pellokila Herewila meminta kepada pihak kepolisian agar menindak AF sesuai ketentuan hukum yang berlaku, serta memberikan jaminan perlindungan hukum kepada diri dan keluarganya dari upaya dan tindakan melanggar Hukum yang dikawatirkan akan kembali oleh AF terulang dikemudian hari. (Sin/Ro/Set/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan