oleh

Penyidik Polda NTT Periksa Enam Orang Saksi,Terkait Surat Kopertis Wilayah VII Surabaya

Salah seorang Komisioner KPUD Rote Ndao tampak sedang turun dari mobil untuk jalani pemeriksaan oleh penyidik Ditreskrimum Polda NTT di Ba’a

RADARNTT, Ba’a – Untuk menindaklanjuti dan mendalami laporan dugaan ijazah palsu yang dimiliki Bupati Rote Ndao terpilih Paulina Haning Bulu, SE di Polda NTT beberapa waktu lalu, tiga orang penyidik Ditreskrimum Polda NTT turun ke Ba’a untuk melakukan pemeriksaan terhadap 6 orang saksi yang mana tempat pemeriksaannya dipusatkan di Mapolres Rote Ndao (Rabu, 19/12/2018).

Ketua KPUD setempat Hofra A Anakay, SH ketika dikonfirmasi wartawan usai menjalani pemeriksaan di Polres Rote Ndao mengatakan, bahwa dirinya diperiksa Penyidik Polda NTT secara pribadi dan tidak mewakili lembaga dan ia mengakui kalau dirinya ditanyakan sebanyak 21 pertanyaan selama sekitar 3 jam terkait catatan kaki dari kopertis wilayah VII Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi atas Ijazah Sarjana yang dimiliki Paulina Bulu, SE.

“Kami ditanyakan secara terpisah, saya pribadi sekitar 3 jam, ada 21 pertanyaan terkait catatan kaki dari surat Kopertis wilayah VII,” ungkap Hofra.

Alfred Silvawan Mesah Tampak di Mapolres Rote Ndao

Sementara itu Alfred Silvawan Mesah  selaku pengadu usai diperiksa penyidik Polda NTT kepada awak media mengatakan, dirinya ditanya sebanyak 18 pertanyaan sekitar 2 jam 40 menit terkait laporan dugaan Ijazah sarjana palsu yang dimiliki Bupati Terpilih Paulina Bulu sesuai surat dari Kopertis Wilayah VII Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang menyatakan bahwa Ijazah tersebut tidak berkekuatan Hukum.

“Ada catatan kaki dari Surat Kopertis Wilayah VII itu yang menegaskan bahwa Ijazah yang dimiliki Paulina Bulu tidak berkekuatan hukum untuk digunakan melamar pekerjaan, kenaikan jabatan, dan pembinaan karir,” tegasnya.

Selanjutnya Wawan mengungkapkan,  dirinya optimis pihak penyidik Polda NTT akan bertindak profesional dan bekerja dengan baik dalam menangani masalah tersebut dan ia juga meminta pihak penyidik menggunakan keterangan sebagai alat bukti untuk menuntaskan perkara pidana ini ke tahap penyidikan.

“Saya masih percaya pihak penyidik bertindak profesional dan bekerja dengan baik dan saya berharap keterangan yang diberikan dapat digunakan penyidik untuk menuntaskan perkara ini ke penyidikan,” tukasnya.

Wily Roma salah satu Penyidik Polda NTT yang menangani perkara ini kepada wartawan mengatakan, Paulina Bulu berhalangan hadir dan nantinya akan diperiksa lagi.

“Paulina berhalangan hadir dan nanti diperiksa dan kami penyidik ada 3 orang,” jelasnya.

Berdasarkan pantauan wartawan, beberapa pihak yang menjalani pemeriksaan oleh penyidik Polda NTT di ruang Reskrimum Polres Rote Ndao yakni Ketua KPUD Rote Ndao Hofra A.Anakay,SH, Anggota KPUD Rote Ndao Deny H Saudale dan Olens Ndun, serta mantan ketua KPUD Rote Ndao Berkat N.Ngulu, SH dan para pengadu Alfred Silvawan Mesah beserta Yunus Panie. (CTA/SET/RN)

Komentar