oleh

Peringati Hari Kartini, SMKN 3 Kupang ‘Angkat’ Perempuan Masa Kini

RADARNTT, Kupang – Menyosong hari kartini yang jatuh pada 21 April 2018, SMKN 3 Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) diharusakan untuk mengenakan busana daerah, baik guru maupun siswa siswi sesuai daerah asal masing masing.

Kepala Sekolah SMKN 3 Kupang Jeni JP. Bahasarie kepada media ini diruang kerjanya mengatakan, kegiatan dalam rangka menyambut HUT R. A. Kartini yang jatuh pada 21 April 2018 ini sudah menjdi rutinitas bagi SMKN3 Kupang. Pasalnya sejak Dia menjabat Kepala Sekolah pada Lembaga pendidikan kejuruan tersebut tiap tahun dilakukan, Jumat (20/04/2018)

Jeni menambahkan sesuai tema yang di angkat kali ini yakni Memperjuangkan Kaum Perempuan Masa Kini Yang Bermartabat, sehingga tidak heran kalau kalau siswa siswi dan seluruh unsur sekolah mengenakan busana daerah sebagai simbol perjuangan dan mengangkat kaum perempuan yang anggun dan bermartabat, sehingga dari sanalah akan terpancar aurah ‘kepemimpinan’.

Selain itu, katanya berbusana daerah NTT juga menjdi media untuk mempertahankan serta membudayakan Kartini yang asli, hal ini dilakukan karena dengan hadirnya westernisasi maka bukan tidak mungkin budaya lolak akan pudar. ” kami coba budayakan Kartini yang asli, ya kita lihat didaerah ini khususnya di kota Kupang martabat kaum perempuan bisa hilang karena berbagai corak penampilan produk yang serba unik dan tidak elok dipandang.” ujarnya.

Dirinya juga menjelaskan bahwa menampilkan beragam busana daerah NTT juga sebagai upaya melestariakan serta mempromosikan potensi kekhasan daerah yang dijuliki daerah kepulauan ini. Selain itu juga menjadi ajang mempererat tali persaudaraan diantara guru, pegawai dan siswa di SMKN 3 Kupang.

Sementara Ketua osis SMKN 3 Kupang Dian Leko dalam rangka memperingatkan hari Kartini, dirinya mengajak kaum perempuan Kndonesia khususnya Peremouan NTT untuk kobarkan semangat dalam segalah aspek, sehingga tidak di pandang sebagai kaum lemah.

“Sebagai kaum perempuan saya ingin membuktikan bawha menjadi seorang pemimpin tidak seharusnya kaum laki-laki saja, tapi kaum perempuan juga bisa, seperti saya ini sebagai ketua osis, bangga dong,
Mari kita perjuangkan Kartini Kartini dengan semangat moto Raden A. Kartini ‘habis gelap terbitlah terang,” Pungkas Dian. (RN)

Komentar