oleh

Persemaian Fatukoa Terpilih Menjadi Salah Satu Persemaian KEREN Di Indonesia

I Gusti Ngurah Sukayasa, Kepala Sub Bagian Tata Usaha BPDAS HL Benain-Noelmina NTT

RADARNTT, Kupang – Persemaian Fatukoa yang terletak di Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur masuk menjadi salah satu persemaian keren dari 6 persemaian KEREN yang terpilih di Indonesia pada Tahun 2018.

Hal itu diungkapkan Pina Ekalipta Kepala BPDAS HL Benain-Noelmina melalui I Gusti Ngurah Sukayasa Kepala Sub Bagian Tata Usaha BPDAS HL Benain-Noelmina saat ditemui radarntt di ruang kerjanya (Senin, 19/11/2018).

Persemaian Fatukoa dibawah kendali Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Hutan Lindung Benain-Noelmina atau yang disingkat BPDAS HL Benain-Noelmina merupakan Unit Pelaksana Teknis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang eselon satunya adalah Dirjen Pengendalian DAS dan Hutan Lindung.

Pada kesempatan itu Ngurah Sukayasa menjelaskan, “Yang dimaksud persemaian keren adalah dimana persemaian itu bukan hanya memproduksi tanaman kayu namun juga mulai memproduksi tanaman buah, yang selama ini kita produksi dengan biji tetapi hal itu memerlukan jangka waktu yang lama. Kedepan kita akan mengembangkan dengan sistem okulasi, karena lebih cepat menghasilkan. Secara fasilitas dipersemaian Fatukoa ini akan ditingkatkan SDMnya, SARPRASnya, sehingga bisa mendukung persemaian itu.”

Persemaian Fatukoa memang digunakan untuk memfasilitasi kebutuhan tanaman di daratan Timor. Di bawah BPDAS HL Benain-Noelmina ada 4 persemaian tetapi persemaian Fatukoa yang masuk kategori persemaian KEREN sedangkan tiga persemaian lainnya berada di Sumba Tengah, yang memfasilitasi penyediaan bibit untuk wilayah Pulau Sumba, kemudian Persemaian di Bajawa dan satu persemaian lagi di Pulau Lembata.

Selanjutnya dikatakan, Persemaian Fatukoa sendiri memproduksi 1 juta batang bibit, sedangkan di ketiga persemaian lainnya diproduksi sekitar 1,5 juta batang. Dengan rincian : Sumba Tengah 600 ribu batang, di Bajawa 500 ribu batang dan 400 ribu di Persemaian Lembata. 1 Juta bibit tanaman sejak awal tahun sudah disiapkan secara kontinyu, setiap ada aktivitas penanaman selalu kita sebar dan kita upaya setiap saat bibit selalu ready. Tetapi untuk keberhasilan penanaman semata mata bibit tidak asal keluar, output kita bukan hanya bibit itu jadi namun bagaimana pemeliharaannya dan berkontribusi untuk kesejahteraan masyarakat dan lingkungan.

Ngurah Sukayasa juga mengungkapkan, 1 juta batang bibit tanaman yang diproduksi terdiri jenis jabon, tanaman itu merupakan salah satu pohon yang kuaitas cukup bagus, tingginya bisa menjulang sampai 40 meter karena itu bagus untuk buat kusen kusen, kayu lokal saja laku di NTT apalagi jenis jabon. 400 ribu kita produksi jabon, 100 ribu kita produksi mahoni batang bibit, jati putih atau gamelina 100 ribu batang bibit, sengon,kengkeng, pohon salam sedangkan pinang diproduksi sekitar 30 ribu-an batang bibit.

Kenapa kita pilih pinang, seperti kita ketahui bersama diberbagai acara di NTT selalu dihiasi budaya nginang. Bahkan dari berbagai literatur yang disampaikan oleh teman kami yang sudah lama disini bahwa konsumsi pinang itu hampir sama dengan PAD NTT, kebutuhan pinang meningkat namun ironis justru barang itu didatangkan dari luar. Maka kita coba pinang kita kembangkan supaya nanti kita distribusikan ke masyarakat, ditanam dan berhasil akhirnya bisa menghasilkan dikebun masyarakat sendiri, tidak usah beli. Itu menjadi konsumsi namun masyarakat kurang sadar betapa besarnya pengeluaran untuk membeli pinang.

“Kita mencoba responsif terhadap fakta riil dilapangan melalui pinang ini harapan kita adalah efek dominonya, sehingga pelan pelan masyarakat tumbuh kesadaran penting menanam untuk masa depan,” pungkas pria asal Pulau Bali ini.

Yuni (berjilbab) Staff BPDAS HL saat melayani masyarakat yang hendak membutuhkan bibit di Persemaian Permanen Fatukoa Kota Kupang

 

Sementara itu salah satu staff BPDAS HL Benain-Noelmina yang bernama Yuni ketika ditemui radarntt di lokasi Persemaian Permanen Fatukoa mengatakan, “Bagi masyarakat yang membutuhkan bibit tanaman dipersilakan mengajukan surat permohonan, kami terbuka untuk siapa pun dan kami siap membantu.”

Untuk diketahui bagi seluruh anggota masyarakat yang membutuhkan bibit tanaman untuk keperluan ditanam, dipersilakan mengajukan surat permohonan yang dilampiri identitas pemohon secara jelas disertai denah lokasi penanaman dan kemudian pihak BPDAS HL akan memverifikasi. (Set/RN)

Komentar