oleh

Pjs. Kades Macan Tanggar Diduga Gelapkan Uang Pembangunan Masjid Senilai 70 Juta

RADARNTT, Labuan Bajo – Penjabat sementara Kepala Desa (Pjs. Kades) Macan Tanggar, kecamatan Komodo, Manggarai Barat, Sofyan diduga gelapkan uang pembangunan Masjid di Nanga Nae senilai 70 juta rupiah. Hal tersebut disampaikan Muhammad Satu alias Imam di Nanga Nae pada, Rabu (3/01/2018). 

Menurut Imam, kasus ini berawal ketika masyarakat Nanga Nae menggelar pertemuan bersama. Pertemuan tersebut untuk membangun sebuah Masjid berlantai 2 dengan ukuran diperkirakan lebar 17 meter dan panjang 20 meter dengan memiliki 2 kubah berdiameter 4 x 5. Namun dalam pelaksanaannya, masyarakat mengalami kendala dalam hal dana pembangunan Masjid.

Sebagai solusi, masyarakat bersepakat untuk menjual tanah umum yang berlokasi di Golo Benteng dengan luas sekitar 10 hektar dengan harga 2,5 miliar kepada seorang pembeli. 

Berdasarkan hasil kesepakatan awal bahwa separuh dari dana hasil penjualan tanah umum tersebut yakni 300 juta rupiah digunakan untuk pembangunan Masjid berlantai 2. 

Namun, dalam pelaksanaannya, Sofyan hanya menyerahkan 230 juta rupiah kepada panitia pembangunan Masjid. “Sofyan inikan calo. Dia yang berperan untuk menghubungi pembeli tanah tersebut. Namun sampai saat ini kita tidak tahu siapa bos yang membeli tanah tersebut. Dengar dengar katanya yang beli itu Tomi Suharto tapi belum pasti juga,” ujarnya.

Menurutnya, sudah seringkali masyarakat Nanga Nae mendesak Sofyan untuk menyerahkan dana 70 juta rupiah yang diduga ditilep. Namun, Sofyan selalu berdalil jika dana tersebut belum dibayar lunas oleh pembeli. Padahal, lanjut Imam, transaksi jual tanah umum di Golo Benteng tersebut sudah sangat lama yakni 10 tahun yang lalu.  “Kita seringkali meminta agar dana tersebut dibayar. Cuma dia (Sofyan, red) menjawab belum dibayar sama bos (pembeli),” ujarnya. 

Secara terpisah, Ketua Panitia pembangunan Masjid Nanga Nae, Abdul Talib menjelaskan hingga saat ini masyarakat masih menunggu dana tersebut untuk melanjutkan pembangunan Masjid lantai dua tersebut yang saat ini masih mangkrak. Padahal kata dia, sudah 4 tahun dana tersebut dipakai. Namun hingga saat ini belum juga dilunasi. 

Menurutnya, ada indikasi dana  tersebut digelapkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Dia menambahkan, pembangunan Masjid tersebut sudah berjalan sekitar 4 tahun. Namun hingga saat ini belum kelar karena mengalami kendala keuangan. Kabarnya, Kapolda NTT sudah memberikan sumbangan 10 juta rupiah dan istri dari Wakapolri juga memberikan sumbangan sejumlah 35 juta. Sayangnya, kondisi Masjid belum juga rampung.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, kepada Sofyan dirinyapun tidak menjawab. Berikut wawancara melalui Whatsapp wartawan radarntt.co dengan Pjs. Kades Macan Tanggar, Sofyan. 

Wartawan radarntt.co : Sore bang. Saya rio wartawan radar NTT tinggal di bali. Saya mau konfirmasi terkait dengan proyek masjid di nanga nae yg mangkrak hingga saat ini.

Pjs. Kades Macan Tanggar : Kenp dengan pembangunan mesjid pa

Wartawan radarntt.co : Menurut cerita warga nanga bahwa 70 juta dari 300 juta uang pembangunan masjid sampai skrg belum jelas statusnya. Kemudian, apakah benar bahwa pa sofyan berperan untuk menghubungi pembeli? Minta tanggapan juga bang, bahwa apakah benar uang 70 juta rupiah tersebut diduga ditilep?

Pjs. Kades Macan Tanggar pun tidak membalas saat wartawan radarntt.co memberikan pertanyaan seputar persoalan pembangunan Masjid Nanga Nae. Dia hanya membaca pesan Whatsapp yang dikirim wartawan radarntt.co namun tidak menjawabnya. (Rio/RN)

Komentar