oleh

Polda NTT Dikabarkan Dapat Bantuan Lahan Dari Tua Golo Nanga Nae

RADARNTT, Labuan Bajo – Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) dikabarkan mendapat pemberian Lahan dari Tua Golo kampung Nanga Nae, Kecematan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat. Kabar tersebut dibenarkan oleh Kapolres Manggarai Barat, AKBP Julisa Kusumowardono saat dikonfirmasi pada, Rabu (13/6/2018) melalui sambungan seluler.

Kendati demikian, Julisa tidak menjelaskan secara detail di mana lokasi lahan yang akan diberikan tersebut. Saat ditanya kapan Tu,a Golo Nanga Nae, Yasin akan memberikan lahan tersebut ia hanya menjawab bahwa masih dalam proses. “Inikan masih proses. Kan proses dulu masih lama,” ujarnya.

Menurutnya, lahan yang akan diberikan oleh tu,a golo Nanga Nae itu nantinya akan digunakan untuk membangun markas Brimob. Hal itu juga telah dibicarakan dengan Kapolda NTT, Kapolres Manggarai Barat, dan Tu,a Golo, Nanga Nae, Yasin saat rapat di Hotel Jaya Karta, Labuan Bajo pada, Senin malam (11/6/2018).

Saat ditanya terkait agenda apa saja yang dibicarakan dalam rapat tersebut, Julisa hanya menjelaskan bahwa hanya memperkenalkan bahwa ada Tu,a Golo akan memberikan lahan kepada Polda NTT untuk membangun Markas Brimob.

“Memperkenalkan dari perangkat desa itu, memang yang membantu untuk  memberikan tanah itu membangun markas brimob,” ujarnya.

Secara terpisah, Tu,a Golo Nanga Nae, Yasin menjelaskan bahwa memang betul pihaknya akan memberikan lahan secara geratis kepada Polda NTT. Ada pun lokasi lahan yang akan diberikan kepada Polda NTT itu nanti yakni di Gorontalo.

Menurutnya, pemberian lahan ini ke Polda NTT akan segera direalisasikan setelah Lebaran. Karena, harus melalui rapat dulu dengan seluruh masyarakat kampung Nanga Nae dan Kepala Desa Macang Tanggar. “Kita rapat dulu setelah Lebaran,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler pada, Rabu (13/6/2018).

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa Kapolda NTT Irjen Pol Raja Erizman sudah menemui Kapolres Manggarai Barat AKBP Julisa Kusumowardono dan dirinya di Hotel Jaya Karta, Labuan Bajo untuk membicarakan terkait hal tersebut. “Saya diundang rapat di Hotel Jaya Karta kemarin malam (Senin malam 11/6/2018, red),” ujarnya.

Setelah rapat pada malam hari, keesokannya Selasa (12/6/2018) beberapa anggota polisi melakukan survey ke lokasi lahan yang akab diberikan itu.

Sementara itu, sumber lain Samsudin Marhumi menjelaskan bahwa lahan yang akan diberikan ke Polda NTT diduga lahan yang sedang masih dalam status sengketa antara warga kampung Nanga Nae dan warga kampung Bancang. Hal tersebut, kata Samsudin, melihat polisi yang datang saat mensurvey ke lokasi lahan yang sedang dalam status sengketa. Dan diketahui, kasus ini masih dalam tahap mediasi di kantor Camat Komodo.

Lebih jauh Samsudin menjelaskan bahwa jika lokasi lahan yang diberikan itu betul tanah yang sedang disengketakan maka akan bermasalah karena tanah tersebut sudah menjadi milik orang Bancang. “Tanah itu sudah diberikan kepada orang Bancang beberapa tahun lalu,” pungkasnya.”(Rio/Rn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru