oleh

RSUD Naibonat Butuh Dokter Ahli Untuk Tingkatkan Pelayanan Pasien

 

Ket: Direktur RSUD Naibonat dr. Erol Permata Alam Nenobais

RADARNTT, Oelamasi — Meningkatkan pelayanan pasien yang datang berobat di RSUD Naibonat, pihak manajemen rumah sakit berencana menambah Dokter Spesialis Tenggorokan Hidung dan Telinga (THT), Spesialis Jiwa dan Spesialis Mata yang bertugas tetap di RSUD.

Beberapa dokter spesialis sudah ada di RSUD Naibonat, kedepan tinggal ada penambahan dokter gigi, spealis THT, Jiwa dan mata, kata Direktur RSUD Naibonat dr Erol Permata Alam Nenobais saat ditemui wartawan di ruang kerjanya (Rabu ,13/09/2018).

Menurut Erol Permata Alam, jika semua dokter spesialis sudah ada di RSUD Naibonat tindakan operasi bisa dilakukan setiap saat dan pasien tidak perlu dibawa keluar.

Pemeriksaan kesehatan anggota DPRD Kabupaten Kupang dan pemeriksaan kesehatan calon Bupati dan wakil Bupati Kupang bisa di lakukan di RSUD Naibonat, tidak perlu periksa ke tempat lain karena semua dokter spesialis sudah tersedia di RSUD Naibonat.

Kedepan RSUD Naibonat, yang merupakan milik pemerintah daerah Kabupaten Kupang akan terus berbenah diri, untuk meningkatkan pelayanan kepada pasien yang datang rawat di RSUD Naibonat.

RSUD Naibonat masih kekurangan ahli forensik, pemerintah Kabupaten Kupang melalui manajemen RSUD Naibonat telah mengirim satu orang dokter, mantan dari Kepala Puskesmas Lelogama untuk mengambil spesialis forensik, setelah kembali akan bertugas di RSUD Naibonat.

Selain itu, atas rekomendasi direktur RSUD Naibonat telah mengirim dua orang dokter untuk mengambl spesialis bedah tulang dan bedah jantung, setelah selesai belajar, akan bertugas kembali di RSUD Naibonat.

Selain ketersediaan dokter spesialis bedah, juga dibutuhkan penambahan dokter umum, dokter gigi, bidan dan perawat bersama tenaga penunjang lainnya, yang siap untuk meningkatkan pelayanan di RSUD Naibonat.

Dalam bidang sarana dan prasarana pihak manajemen rumah sakit mengatakan, akan menambah daya listrik karena ada penambahan peralatan medis sebagai langkah persiapan menuju ke rumah sakit tipe B.

Pihak manajemen rumah sakit, akan membangun tambah ruangan gizi, ruangan rawat inap dan ruangan jenasah. Karena, ruangan rawat inap sekarang, khusus untuk ditempati oleh pasien tuber closis (TB) dan pasien HIV-AIDS.

Dalam anggaran perubahan tahun ini, akan ada pembangunan ruangan transfusi darah, karena anggaran untuk pembangunan gedung transfusi darah, saat lalu masuk dalam DPA Dinas kesehatan Kabupaten Kupang.

Sehingga akan diajukan kembali untuk masuk dalam DPA rumah sakit, supaya anggaran dapat dicairkan, dan proses pembangunan ruangan transfusi darah dapat berjalan. (SET/RN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru